Markas Komando Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 1 Palabuhanratu mendadak riuh pada Selasa (20/1/2026) pagi. Bukan karena laporan api yang mengamuk, melainkan kedatangan sepasang orang tua dengan raut wajah pucat pasi. Di pelukan mereka, Nathan, bocah laki-laki berusia lima tahun, menangis tersedu dengan sebuah borgol besi usang yang mengunci rapat pergelangan kaki kanannya.
Pagi itu, sekitar pukul 08.51 WIB, ketenangan warga Jalan Pintu Air, Palabuhanratu, terusik oleh insiden tak terduga ini. Nathan yang tengah asyik bermain di tepi sungai tak sengaja menemukan sepotong logam tua. Rasa penasaran khas anak-anak membawanya pada petaka kecil, ia memasukkan kakinya ke dalam borgol berkarat tersebut hingga terdengar bunyi klik yang mengunci mati.

Danpos Damkar Wilayah I Palabuhanratu, Aceng Ismail, memastikan bahwa benda tersebut bukanlah perlengkapan resmi petugas keamanan, melainkan barang rongsokan yang terbuang.
“Kronologinya, anak ini sedang bermain di tepi sungai dekat rumah. Dia menemukan borgol yang kondisinya sudah sangat usang dan berkarat. Namanya anak-anak, mungkin penasaran, akhirnya dipakai mainan dan dimasukkan ke kaki,” kata Aceng kepada infoJabar.
Kondisi borgol yang sudah termakan usia menjadi tantangan tersendiri. Mekanisme internalnya telah macet total akibat korosi, sementara kunci aslinya entah berada di mana. Menghadapi situasi sensitif ini, tim rescue Damkar harus memutar otak. Penggunaan mesin gerinda potong yang biasa digunakan untuk evakuasi cincin langsung dicoret dari daftar opsi. Petugas tak ingin suara bising dan percikan api justru melukai mental si bocah.
Dengan penuh ketelatenan, petugas memilih teknik manual. Berbekal seutas kawat tipis dan kemahiran jemari, mereka mulai “berperang” melawan karat di dalam lubang kunci.
“Kita tidak potong pakai gerinda, kasihan anaknya nanti takut atau kena panas gesekan. Petugas pakai teknik kawat, dimasukkan ke lubang kuncinya,” jelas Aceng.
Suasana tegang menyelimuti ruangan selama beberapa menit. Namun, berkat tangan dingin para personel Damkar, keajaiban kecil itu terjadi. Meski mekanisme kunci sudah rusak parah, borgol tersebut akhirnya menyerah dan terbuka tanpa perlu merusak kulit halus Nathan.
“Alhamdulillah penanganan cepat, sekitar 5 menit borgol berhasil lepas. Kaki anak aman, tidak ada luka sedikitpun,” pungkasnya.






