Hujan masih mengguyur kawasan Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Meski harus mengenakan jas hujan plastik, petugas Polsek Ciracap dibantu warga tetap semangat mencari potongan kepala mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Curug Darismin.
Petugas dan warga menyisir aliran sungai, memeriksa sela-sela batu, serta menyingkirkan material bambu dan sampah. Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengatakan, penyisiran ini dilakukan untuk mencari bagian kepala korban. Sebelumnya, bagian tubuh korban ditemukan tersangkut di sungai kecil area “Kebun Awi” (kebun bambu), sekitar 50 hingga 100 meter dari jalan desa.
“Karena saat ditemukan mayat tersebut tidak ada kepalanya, saya arahkan anggota berkoordinasi dengan aparat desa dan warga untuk menyisir aliran sungai tersebut,” ujar Taufick, Jumat (9/1/2026).
Lokasi penemuan yang sepi dan sulit dijangkau menjadi tantangan dalam proses pencarian. Titik tersebut merupakan jalan buntu yang hanya sesekali dilintasi warga menuju sawah. Kondisi yang rimbun dan jauh dari permukiman diduga dimanfaatkan pelaku untuk menyembunyikan jasad korban.
“Masuk ke TKP-nya memang ke daerah kebun, Kebun Awi. Jalannya buntu,” jelas Taufick.
Selain lokasi yang tersembunyi, medan di sekitar sungai juga cukup curam meski aliran airnya tidak terlalu besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam melakukan penyisiran.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Saepul Rohman (43) dan Ikoh (52), warga Kampung Cikeresek. Saat itu, keduanya sedang mencari ikan di sekitar Curug Darismin dengan cara ngobor atau menggunakan lampu sorot di kepala pada malam hari.
Saat menyusuri sungai, sorot lampu saksi tak sengaja mengenai objek mencurigakan. “Saksi melihat sosok diduga manusia dalam posisi tertelungkup. Setelah diamati, ternyata itu jenazah yang kondisinya sudah tidak utuh,” kata Taufick.
Posisi jasad saat ditemukan menghadap ke utara dengan kondisi kulit dan daging yang mulai terkelupas akibat pembusukan di air. Terkejut dengan temuan itu, saksi langsung melapor ke warga dan perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke Polsek Ciracap.
Polisi bersama tim medis Puskesmas Ciracap segera mengevakuasi jasad ke Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi. Proses autopsi dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.
“Jasad sudah di RS Setukpa Polri Sukabumi. Informasi dari pihak rumah sakit, autopsi dilakukan Sabtu, 10 Januari 2026,” tambah Taufick.
Taufick menyebut identifikasi awal sulit dilakukan karena kondisi fisik mayat yang sudah rusak berat. “Jenis kelamin belum bisa dipastikan secara visual karena kondisi tubuh mayat sudah rusak berat,” tuturnya.
Usai autopsi, jenazah rencananya dimakamkan di wilayah Desa Purwasedar. Saat ini, Unit Reskrim Polsek Ciracap bersama Satreskrim Polres Sukabumi masih terus mendalami kasus ini. Polisi meminta warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rentang waktu satu hingga dua minggu terakhir untuk segera melapor ke Mapolsek Ciracap guna pencocokan data.







