Suasana duka menyelimuti masyarakat Desa Sukasari Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu, setelah kepala desa terpilihnya dikabarkan menghembuskan nafas terakhir secara mendadak, Jumat (2/1/2025) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurut informasi yang diterima infoJabar di rumah duka, Hj Tarsitem (46), kuwu terpilih desa tersebut, masih beraktivitas seperti biasa di malam hari sebelum hembusan nafas terakhirnya.
Bersama tim pemenangan, ia bermusyawarah terkait siapa saja orang yang akan mengisi pemerintahan desa.
“Malamnya masih beraktivitas, mengumpulkan tim pemenangan,” ujar Tarjono (48), sepupu almarhumah.
Tarjono mengungkapkan, sepupunya itu sempat dilarikan ke RSUD Indramayu saat kondisi kesehatannya menurun, dan dinyatakan meninggal dalam perjalanan oleh pihak rumah sakit.
“Surat keterangan dari rumah sakit menyatakan DOA (Death on Arrival),” ungkapnya.
Salah satu warga setempat, Kasmin (60), mengaku heran dengan kepergian sang kuwu terpilih secara mendadak.
“Kaget, karena tidak sakit apa-apa. Kemarin juga masih ketemu. Sehat,” ujar dia.
Ada juga sebagian dari warga yang mengaitkan dengan hal-hal mistis pasca pemilihan kepala desa. Namun, isu ini tidak pernah terbukti kebenarannya.
Selain itu, almarhumah juga diisukan terkena stroke ringan, ada juga yang menduga terkena serangan jantung.
“Pada masa kampanye juga (almarhumah) ikut mengelilingi desa di perbatasan-perbatasan, itu adat istiadat turun-temurun, sekitar jam 10 malam, dan besok-besoknya juga biasa saja tidak ada penurunan kondisi kesehatan,” kata Tarjono, membantah isu yang beredar soal stroke ringan.
Kepergian orang nomor satu di Desa Sukasari ini meninggalkan duka mendalam dari pihak keluarga. Tarjono meminta agar masyarakat mengampuni kesalahan yang dilakukan almarhumah semasa hidupnya, juga berterima kasih atas segala bentuk duka cita yang sudah diberikan.
“Mohon doanya agar almarhumah diampuni segala dosanya, dan diterima semua amal ibadahnya,” harap Tarjono.
Semasa hidupnya, mendiang dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan suka menolong warga. Yang paling berkesan adalah keikhlasannya membantu biaya pengobatan warga yang membutuhkan.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Kasmin yang pernah mendapat bantuan biaya berobat dari almarhumah.
“Sering bantu berobat bagi warga yang sakit tapi nggak punya biaya,” ungkap Kasmin.
Selain itu, ia dinilai rendah hati dan mudah membaur dengan lingkungannya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Orangnya loman, grapyak, sering memberi apapun yang sekiranya bisa diberi,” lanjut Kasmin.
Semasa hidup, Hj Tarsitem memiliki usaha pupuk pertanian serta memiliki hamparan sawah yang luas. Ia pergi meninggalkan suami dan tiga anak, serta jabatan kepala desa setempat.
Sementara itu, Camat Arahan, Rohaenah memberikan keterangan terkait kekosongan jabatan kepala desa. Menurutnya, kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu akan mengacu pada aturan yang berlaku.
“Nanti akan ada PJ (Penjabat), kemudian dilakukan PAW (Pergantian Antar Waktu),” ujar Rohaenah saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).
Saat ditanya soal pemilihan umum, Rohaenah menjawab bahwa hanya ada pemilihan secara terbatas untuk menentukan PAW.
“Pemilihan terbatas untuk PAW, bukan pemilihan langsung oleh masyarakat seperti sebelumnya, meskipun tetap ada unsur perwakilan masyarakat,” katanya.
Pemakaman jenazah Hj Tarsitem berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, diiringi masyarakat Desa Sukasari, serta gerimis dan mendung seolah alam semesta turut berdukacita.
