Garut –
Kabupaten Garut diprediksi akan dilintasi banyak pengguna jalan pada momen mudik Lebaran 2026 mendatang. Sarana dan prasarana di jalan raya diharapkan bisa diperbaiki dalam waktu dekat guna menunjang perjalanan para pemudik.
Jajaran Polres Garut belum lama ini melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana di jalur mudik Garut. Menurut Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono, ada beberapa poin temuan yang didapat dari hasil pengecekan tersebut.

“Kondisi sarana-prasarana jalur mudik Garut secara umum siap untuk dilalui. Namun, masih ada beberapa catatan seperti titik jalan bergelombang, serta penerangan jalan yang perlu dioptimalisasi,” ungkap Luky kepada, Rabu (4/3/2026).
Luky mengatakan, ada sejumlah ruas jalan yang diperiksa. Di antaranya adalah sepanjang jalur Limbangan-Malangbong, serta Kadungora-Leles yang menjadi titik krusial kepadatan arus lalu lintas di momen mudik.
Di kawasan Limbangan, kata Luky, penerangan jalan umum (PJU) masih minim dan perlu untuk dioptimalkan. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena jalur ini merupakan titik rawan kepadatan yang menghubungkan Bandung dengan Tasikmalaya hingga Jawa Tengah.
“Untuk di jalur nasional, sekitar 90 persen (jalan) dalam kondisi baik dan layak. Tinggal beberapa ruas jalur provinsi yang terpantau rusak dan sedang dalam proses pengerjaan perbaikan. Begitu juga dengan jalan kabupaten,” ungkap Luky.
Pihak kepolisian berharap agar pemerintah dapat merampungkan proses perbaikan jalan hingga pengoptimalan PJU pada H-10 Lebaran mendatang.
Jalur Garut Diprediksi Padat Tahun Ini
Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah di Jawa Barat bagian selatan yang ramai pengguna jalan saat musim mudik tiba setiap tahunnya. Sebab, Garut merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta dengan kawasan Tasikmalaya, Pangandaran, hingga Jawa Tengah.
Pihak kepolisian memprediksi pada musim mudik 2026 ini, jalur Garut bakal dipadati oleh para pengendara yang datang dari arah Bandung via Nagreg menuju Tasikmalaya.
“Kami memprediksi jalur Garut akan cukup ramai karena menjadi jalur penghubung utama. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi H-3 hingga H-1 lebaran,” katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, khususnya di kawasan Limbangan-Malangbong, polisi sudah menyiapkan sejumlah strategi. “Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengaturan personel agar arus tetap aman dan lancar,” ucap Luky.
Selain melakukan rekayasa lalu lintas, strategi kanalisasi juga akan diterapkan polisi di sejumlah titik keramaian aktivitas masyarakat. Di antaranya adalah di kawasan Pasar Limbangan, Pasar Bandrek, dan Pasar Malangbong. Di lokasi-lokasi itu, “akan dijaga ketat petugas agar aktivitas masyarakat tidak mengganggu arus lalin.”
“






