Bandung –
Bagi para penyedia jasa jahit dan permak, datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri sering kali dianggap sebagai musim panen karena adanya peningkatan permintaan untuk persiapan hari kemenangan. Fenomena ini dialami langsung oleh para penyedia jasa permak di sekitar Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Berbeda dengan toko pakaian yang sudah ramai sejak awal Ramadan, jasa permak biasanya baru merasakan peningkatan saat mendekati Hari Raya. Dadang, seorang penjahit yang telah beroperasi sejak tahun 2002 menjelaskan, kondisi di awal puasa cenderung masih normal dan baru terlihat sangat ramai saat memasuki satu minggu sebelum Lebaran.
“Kalau di awal puasa gini masih belum ada perbedaannya, sama kaya hari-hari biasa aja. Nanti biasanya menjelang seminggu mau Lebaran mulai rame” jelas Dadang saat ditemui baru-baru ini.
Lokasi menentukan seberapa besar lonjakan pesanan yang diterima para penyedia jasa permak. Penjahit yang berada di dekat pusat perbelanjaan atau toko pakaian di kawasan sekitar Jalan Ahmad Yani mendapati keuntungan paling besar. Pelanggan yang baru membeli celana di toko biasanya langsung mencari jasa potong atau permak di area terdekat agar pakaian bisa segera digunakan.
Mino, salah seorang penjahit lainnya, menyebut kejadian ini bisa digambarkan seperti peribahasa ada gula ada semut. Penjahit yang lokasinya agak jauh dari toko besar biasanya hanya mendapatkan sisa pelanggan yang tidak tertampung di sekitar pusat keramaian.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Kalau kita di sini kan dapat bagian sisanya gitu istilahnya mah, kalau yang macam dekat Toko Tiga gitu, ya otomatis dia lebih banyak, istilahnya mah di mana ada gulanya di situ semutnya ngariung. Karena yang di sana ada gulanya, semut sudah pasti nyari gula kan” ungkap Mino.
Jauh sebelum Hari Raya, pelanggan jasa permak didominasi oleh langganan tetap yang ingin memperbaiki pakaian lama. Namun, menjelang Lebaran, muncul pelanggan baru yang membawa pakaian baru untuk disesuaikan ukurannya agar pas saat digunakan. Mino mengungkapkan, hal ini menjadi alasan banyaknya pelanggan yang berdatangan ke tempat permak di sekitar toko pakaian.
“Kalau udah mau dekat ke Lebaran, nah itu orang-orang baru. Celana baru, yang datang pun baru karena mau dipakai Lebaran gitu. Kalau celana baru ya yang lebih dekat ke toko-toko celana” tambahnya.






