Rumor kepindahan yang menerpa mulai memengaruhi suasana di lapangan latihan . Meski tetap mengikuti seluruh rangkaian sesi bersama tim, perubahan suasana hati bek asal Italia itu tampak jelas dan menjadi sorotan.
Menanggapi kondisi tersebut, legenda Persib Bandung, Asep Sumantri, meminta semua pihak untuk tidak buru-buru memberi vonis negatif terhadap Barba.
Asep Sumantri-sosok yang ikut membawa juara Liga Indonesia 1994/1995 dan juara 2014, menekankan pentingnya pendekatan personal kepada pemain.
“Siapa yang dapat melakukan pendekatan untuk mencari tahu mengapa mood-nya berubah? Dengan begitu, keluhannya akan timbul. Harus ada orang yang melakukan pendekatan ke pemain,” ujar Asep.
Menurutnya, perubahan mood saat latihan belum tentu menandakan seorang pemain sudah tidak betah bersama tim. Ia mengingatkan agar situasi seperti ini tidak langsung ditarik ke kesimpulan yang tergesa-gesa.
“Jangan sampai ada anggapan bahwa dia sudah tidak betah di Persib. Bagaimana kalau memang saat latihan itu mood-nya kurang baik? Jadi harus ada pendekatan, kenapa, ada masalah apa,” katanya.
Asep mengaku situasi serupa bukan hal baru dalam dunia sepak bola. Saat masih menjadi bagian dari tim pelatih Persib bersama Djadjang Nurdjaman, pendekatan personal selalu menjadi langkah pertama ketika ada pemain yang terlihat tidak bersemangat.
“Waktu bersama Pak Djadjang, jika ada pemain yang kurang bersemangat saat latihan, kita ada yang ditugaskan untuk melakukan pendekatan. Ada apa nih, ada masalah apa,” ungkapnya.
Dari proses tersebut, menurut Asep, akar persoalan biasanya bisa terungkap. Oleh karena itu, ia menilai cap negatif justru bisa memperkeruh suasana.
“Lalu muncul masalah apa yang sedang dialami, penyebabnya apa ketahuan. Jadi jangan vonis langsung, seolah-olah pemain ini sudah tidak betah. Jangan begitu,” tegasnya.
Ia juga membenarkan dulu pernah ada pemain Persib yang dirumorkan akan hengkang dan menunjukkan gejala serupa di latihan. Namun, setelah tim melakukan pendekatan, masalah sebenarnya kerap berbeda dengan isu yang beredar.
“Ada juga kasus seperti itu. Cuma ya akhirnya dilakukan pendekatan. Memang dirumorkan di luar tidak betah, padahal masalahnya bukan itu. Jadi jangan divonis sudah tidak betah di Persib,” kata Asep.
Menurutnya, keputusan besar baru perlu diambil jika masalah tersebut benar-benar tidak bisa diatasi. “Kalau memang sudah pendekatan dan tidak bisa diatasi, baru ambil kebijakan dan kembali ke keputusan pelatih,” ujarnya.
Soal profesionalisme di tengah rumor yang beredar, Asep menilai pemain asing seharusnya tetap menjaga sikap profesionalnya. “Sebagai pemain asing, ya harus dan pasti profesional. Kalau dia ada masalah pribadi yang tidak bisa diselesaikan dengan tim, ya apa boleh buat,” ucapnya.
Namun ia kembali menekankan agar publik dan lingkungan tim tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan. Asep juga berharap isu di luar lapangan ini tidak mengganggu fokus dan mental tim yang sedang mengejar target juara tiga kali berturut-turut di kompetisi domestik.
“Persib sedang kondusif dan dalam kondisi baik. Jangan gara-gara ada isu ini mengganggu konsentrasi tim. Banyak pihak yang akan meruntuhkan mental Persib. Selama belum ada keputusan, ya positif saja,” pungkasnya.







