Jaminan dari Rizky Febian untuk Kehidupan Bintang

Posted on

Bandung

Seteru komedian Sule dengan Teddy Pardiyana kembali bergulir di persidangan. Masalah hak ahli waris Bintang jadi persoalan sepeninggal almarhum Lina pada 2020 yang lalu.

Sebagai informasi, Sule merupakan mantan suami dari mendiang Lina. Sebelum bercerai, rumah tangga keduanya telah dikaruniai empat orang anak yaitu Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan Fadilah, dan Ferdinand Adriansyah Sutisna.

Setelah bercerai dengan Sule, mendiang Lina menikah dengan Teddy. Dari pernikahan itu, keduanya kemudian dikarunia seorang anak perempuan bernama Bintang.

Sekian lama namanya tak terdengar, Teddy ternyata melayangkan permohonan mengenai penetapan ahli waris untuk anaknya, Bintang, dari pernikahan bersama Lina. Kondisi ini kemudian turut menyeret Sule karena Teddy menginginkan Bintang masuk sebagai ahli waris bersama empat anak Sule.

Selasa (10/2/2026), persidangan berlanjut dengan agenda mediasi. Rizky Febian bahkan hadir langsung ke PA Bandung, dan dipertemukan dengan Teddy. Di momen ini, Iki, sapaan akrabnya, menjamin soal kehidupan Bintang.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar, intinya kan memastikan apa yang terjadi. Setelah ditanyakan kan ternyata memang ingin ada penetapan (hak ahli waris) dari dede Bintang. Jadi kalau dari aku pribadi mewakili adik-adik juga, memang enggak bisa dipungkiri, karena kita satu ibu ya itu, memang sudah jadi hak dede Bintang,” katanya, Selasa (10/2/2026).

Sidang mediasi telah menyepakati perkara Teddy dikembalikan ke Majelis Hakim PA Bandung. Iki pun tidak memungkiri bahwa kehidupan Bintang menjadi kewajiban untuk diurus keluarganya. Tapi satu hal yang mengganjal, pelantun lagu ‘Sembilan Nyawa’ itu ingin memastikan mana saja memang hak bagi keluarganya maupun hak untuk Bintang.

“Enggak akan ke mana-mana. Dosa atuh buat aku juga, apalagi aku anak pertama. Jadi lebih mengutamakan memang haknya,” ujar suami Mahalini tersebut.

“Tadi juga kan untungnya pa hakimnya juga mempertegas. Kalau misalkan memang bukan haknya, jangan diabaikan. Kata Pak Hakim juga, “Kalau bukan haknya, ya berarti harus bisa menerima.” Tapi kalau haknya juga harus menjadikan itu jadi haknya mereka. Kita mah jalanin aja sesuai yang memang nantinya seperti apa,” tambahnya.

Kesedihan turut dirasakan Iki karena ada orang yang kembali mengungkit hal tentang sang ibu, almarhumah Lina. Padahal kata Iki, urusan Teddy dengan ibunya sudah selesai sejak dulu, termasuk soal masalah harta di antara keduanya.

“Jujur sebenarnya saya kalau ngebahas tentang kayak gini tuh sedih, ya. Karena Almarhumah sudah pergi sudah lama. Jadi kayak harus punya waktu banyak untuk aku bisa nerima semuanya kan,” ucap Iki.

“Jadi kayak ketika tadi dibahas seperti ini dan dipertanyakan perihal yang tadi tuh kayak kita juga cukup punya bukti kuat bahwa lawyer dulu sama mama juga jadi saksi mata. Bahwa misalkan aset-aset dan yang lainnya, terus warisan ke mana saja, juga sudah ada tertulis secara jelas,” tambahnya.

Bahkan, Iki sempat menanyakan langsung soal langkah Teddy saat ini di PA Bandung. Sebab seharusnya kata anak sulung Sule itu, Teddy mestinya menghubungi Iki dan keluarganya terlebih dahulu, bahkan kehidupan Bintang pun dijamin semenjak meninggalnya almarhumah Lina.

“Saya tadi sempat bilang ke Pak Teddi kenapa enggak ada niatan baik dulu untuk nanya ke saya, nanya kabar ke saya, terus juga ngasih tahu perihal ini mau dibawa ke mana. Kan ini enggak ada. Ini langsung mereka bawa jalur hukum,” ujarnya.

“Makanya saya tadi langsung tekankan ke Pak Teddy, ya kalau misalkan memang maunya lewat jalur hukum, ya sudah saya tinggal ikutin. Padahal dari awal juga saya sudah ada itikad baik. Kalau misalkan memang dia punya itikad baik, mungkin menganggap saya siapanya dari dari ibu saya dulu. Seharusnya ada itikat baik, ternyata enggak ada ya. Ya sudah saya akhirnya ikutin apa yang sudah terjadi sekarang gitu sih,” tegasnya.

Iki mengaku ingin masalah ini segera selesai. Sebagai seorang kepala keluarga, Iki juga memberi pesan kepada Teddy supaya bisa mencari kerja dan mencari nafkah untuk keluarganya.

“Saya pengin beres lah semuanya, saya juga kan punya anak, saya punya istri. Kalau saya masih suami bertanggung jawab, saya harus menafkahin. Saya mandiri, udah enggak minta sama orang tua, saya nggak minta ke mana-mana. Jadi, kalau saya sampai sekarang tetap ini aja habis dari sini saya harus manggung dan yang lainnya buat membesarkan anak saya dan istri saya,” katanya.

“Ayah juga yang pastinya penginnya semuanya beres, lancar dan dikupas tuntas dengan baik lah. Dalam artian karena masih banyak hak yang harus kita perhitungkan. Kemarin kita diam, tapi ya kalau misalkan nanti hak waris ini sudah beres, tapi nanti akan ada beberapa yang memang saya harus perhitungkan perihal aset aset. Dan untuk Pak Teddy semoga sehat dan bisa cari kerjaan dan cari nafkah,” tuturnya.

Pengacara keluarga Sule, Bahyuni Zaili, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu kejelasan dari keinginan perkara permohonan Teddy. Sebab dari sidang mediasi tadi, Teddy tak hanya menginginkan untuk keperluan Bintang semata.

“Tadi saya sempat diskusi, kan dalam permohonannya kan untuk keperluan sekolah yang kita baca. Tapi katanya tadi itu salah satunya saja. Nah, itu ada kuasanya menyebut begitu,” katanya.

“Berarti kalau salah satunya saja itu kuasanya, berarti ada keperluan lain gitu ya. Ya, mungkin saja dugaan kita untuk urusan waris. Kan gitu. Nah, tinggal kita lihat nih apakah benar ada warisan yang menjadi haknya Teddy atau kalau memang ada haknya Bintang saya pikir enggak akan dikesampingkan, itu akan diberikan,” pungkasnya.