Jalan Siliwangi akan menyuguhkan suasana berbeda selama Ramadan. Ruas jalan di pusat Kota Cirebon ini disiapkan menjadi pusat kuliner yang beroperasi mulai sore hingga malam hari.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyatakan pemerintah kota akan menyediakan ruang khusus bagi para pelaku usaha kuliner selama Ramadan.
“Nanti bulan Ramadan, kita Pemerintah Kota Cirebon akan memberikan space kepada penjual takjil dan pegiat kopi,” ujar Edo di Kota Cirebon, Rabu (21/1/2026).
Menjelang waktu berbuka, Jalan Siliwangi akan dipadati pedagang takjil dengan beragam pilihan makanan dan minuman khas Ramadan. Memasuki malam hari, suasana kawasan tersebut bertransformasi. Lapak-lapak kopi akan mengisi ruas jalan, memberi ruang bagi penikmat kopi dan warga yang ingin bersantai usai salat Tarawih.
“Menjelang buka puasa pedagang takjil bisa berjualan di situ. Kemudian pada malam harinya untuk penjual kopi,” ujarnya.
Penataan ini bertujuan menjadikan Jalan Siliwangi sebagai salah satu destinasi kuliner utama di Kota Cirebon saat Ramadan. Selain membuka peluang ekonomi bagi pedagang, langkah ini diharapkan mampu menghidupkan atmosfer kota selama bulan suci.
“Saya ingin membuat sebuah ikon di bulan puasa. Jadi silakan berjualan di Jalan Siliwangi. Saya berharap ini bisa menjadi ikon baru di Jalan Siliwangi saat bulan puasa,” kata Edo.
“Tapi dengan catatan, siapapun yang ingin berjualan di sana harus menjaga kebersihan,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan pemanfaatan Jalan Siliwangi sebagai pusat kuliner tersebut hanya bersifat temporer selama Ramadan.
Ia menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Perhubungan hingga Satpol PP, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
“Nanti dinas kami akan berkoordinasi dengan Dishub dan Satpol PP untuk memfasilitasi para pedagang,” pungkasnya.







