Bandung –
Bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu berbuka adalah kebutuhan pokok harian selama bulan Ramadan. Panduan waktu ini memastikan kelancaran aktivitas sahur di pagi buta dan persiapan berbuka saat matahari terbenam.
Cakupan Wilayah dan Ketepatan Waktu di Jawa Barat
Jadwal imsakiyah dan azan Maghrib ini mencakup seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk kota-kota besar seperti Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, dan Cirebon. Selain itu, rincian waktu juga tersedia bagi warga yang berdomisili di Tasikmalaya, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Sukabumi, Garut, Cianjur, Karawang, hingga Purwakarta.
Seluruh penetapan waktu dalam jadwal ini disusun secara presisi mengikuti Waktu Indonesia Barat (WIB).
Panduan Imsak: Niat, Doa, dan Menu Sahur Terbaik
Persiapan ibadah dimulai sejak waktu sahur. Umat Islam dianjurkan untuk membaca niat puasa Ramadhan sebelum memasuki waktu salat Subuh, di mana waktu berniat sudah bisa dimulai sejak malam hari.
Bacaan niat tersebut adalah: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta’âla.
Selain niat, Rasulullah SAW juga mencontohkan doa saat tiba waktu sahur, yakni: Samma’a sami’un bihamdillah wa husni balaihi ‘alaina rabbana shohibna wa afdhil ‘alaina ‘aizan billahi minan nari.
Untuk menjaga kebugaran, makanan sahur terbaik adalah tamar (kurma kering) karena merupakan buah yang diberkahi dan membantu kekuatan fisik dalam menjalankan ketaatan.
Panduan Berbuka: Doa dan Sunnah Rasulullah SAW
Saat waktu berbuka tiba, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti sunnah Nabi dengan membatalkan puasa menggunakan ruthab (kurma basah), tamr (kurma kering), atau seteguk air sebelum melaksanakan salat.
Terdapat dua versi doa berbuka puasa yang umum diamalkan:
1. Versi HR Bukhari dan Muslim: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
2. Versi HR Abu Daud: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Dengan memantau jadwal imsak dan buka puasa Jawa Barat 2026 ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci 1447 H dengan lebih tertib dan penuh keberkahan.







