Bandung –
Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (4/3/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca . Insiden kue bolu yang bikin gadis Karawang babak belur, angin kencang yang melanda sejumlah titik di Jawa Barat hingga pelaku pembunuh bocah SD di Bandung Barat ditangkap.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini:
Bolu Bikin Gadis Karawang Babak Belur
Sore itu, Senin (2/3/2026), SAJ (15) mengira ajakan teman-temannya adalah sebuah keramahan biasa. Remaja perempuan asal Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang ini dijemput dengan iming-iming akan dibelikan kue bolu.
Namun, janji manis itu seketika berubah menjadi mimpi buruk saat motor yang membawanya justru berhenti di sebuah lapangan sepi dekat warung di Jalan Buer Turi, Dusun Cikeleng, Desa Jayanegara, Kecamatan Tempuran.
Di lokasi itulah, SAJ diduga menjadi sasaran amuk tiga remaja putri berinisial WS, AK, dan A. Tanpa ampun, kekerasan fisik menghujam tubuh bocah malang tersebut.
Kabar penganiayaan ini pun mendadak viral di media sosial, memicu gelombang keprihatinan publik di Karawang.
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat menangani kasus ini. Laporan resmi telah diterima kepolisian pada Selasa (3/3/2026), sehari setelah peristiwa kelam itu terjadi.
“Berdasarkan laporan polisi, aksi pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 17.56 WIB. Kakak korban, YS (35), yang saat itu sedang mengadu nasib di Jakarta, terperanjat saat menerima telepon dari seorang saksi berinisial AMZ (19), bahwa adiknya telah dianiaya oleh kawan-kawannya sendiri,” kata Fiki, dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).
Korban menceritakan peristiwa dimana ia dianiaya oleh kawannya kepada kakaknya yang saat itu sedang di Jakarta.
“Korban menceritakan kejadian tersebut kepada kakaknya. Awalnya, korban dijemput oleh para pelaku dengan alasan akan dibelikan bolu. Namun, alih-alih diantarkan ke toko kue, korban malah dibawa ke sebuah warung di dekat lapangan sepi dan kemudian dianiaya,” kata dia.
Di bawah langit sore Tempuran, kemarahan para pelaku meledak, SAJ yang tak berdaya diduga dikeroyok secara brutal. Pukulan, tamparan, hingga tendangan mendarat berkali-kali di tubuhnya. Rambutnya dijambak hingga menyisakan trauma mendalam.
“Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami rasa sakit yang luar biasa dan luka memar di sekujur tubuhnya. Atas perbuatan ini, keluarga korban merasa tidak terima dan melakukan proses hukum di Polres Karawang,” imbuhnya.
Kini, kasus tersebut telah masuk ke meja penyidik Satres PPA dan PPO Polres Karawang. Polisi tengah melakukan penyelidikan intensif, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat konstruksi hukum.
“Para terlapor dijerat dengan Pasal Kekerasan terhadap Anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ucap Fiki.
Angin Kencang Melanda Sejumlah Titik di Jawa Barat
Angin kencang melanda sejumlah wilayah di jawa Barat, sejumlah rumah dikabarkan mengalami kerusakan mulai dari Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi hingga beberapa titik di Bandung.
Di Bogor Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan tembok rumah jebol di Kemang, Kabupaten Bogor. Material dinding yang jebol kemudian menimpa rumah di bawahnya.
“Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan cukup lama disertai angin kencang menyebabkan rumah warga terdampak. Dinding bangunan jebol dan puing reruntuhan dinding menimpa rumah di bawahnya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Peristiwa itu terjadi ketika wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam waktu lama pada Selasa (3/3), sekitar pukul 22.30 WIB. Total dua unit rumah yang mengalami kerusakan.
Peristiwa serupa juga terjadi di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/3/2026) siang.
Peristiwa ini menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan dan membuat warga setempat dilingkupi rasa waswas.
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Perumahan Frinanda. Angin kencang membuat pepohonan bergoyang hebat dan atap baja ringan salah satu rumah warga tampak terangkat.
Warga setempat, Risa, mengaku sempat panik saat angin kencang tiba-tiba datang dengan suara bergemuruh. Ia bahkan sempat mengabadikan momen mencekam saat atap rumah tetangganya nyaris terbang.
“Tiba-tiba gelap terus angin bergemuruh kencang sekali. Saya lihat ke arah rumah depan, atap baja ringannya itu sudah terangkat-angkat, suaranya berisik sekali, bunyi seng yang beradu dan seolah mau lepas dari rangkanya,” ungkap Risa.
Hujan deras disertai angin kencang juga menerjang wilayah Kota Sukabumi, Rabu (4/3/2026). Akibatnya, sedikitnya sembilan pohon tumbang dan 13 rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Joseph Sabaruddin mengatakan, hingga pukul 14.55 WIB laporan dampak cuaca ekstrem masih terus bertambah dan petugas masih melakukan penanganan di lapangan.
“Sekitar pukul 12.00 terjadi hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang di 9 titik dan kerusakan atap rumah di 13 titik. Sementara tim satgas masih di lapangan melakukan penanganan dan asesmen,” kata Joseph kepada .
Pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di beberapa titik di Kota Bandung, salah satunya di Jalan Soekarno-Hatta arah Cibiru, tepatnya di dekat Apartemen Panoramic.
Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas kepolisian bersama warga bahu-membahu menyingkirkan batang pohon yang menutup lajur kiri jalan. Proses evakuasi ini sempat memicu perlambatan arus lalu lintas.
Sementara itu dua pohon dilaporkan tumbang di Jalan Ciungwanara, tepatnya di samping Masjid Salam ITB dan di depan klinik Pratama. Peristiwa itu terjadi saat intensitas hujan sedang tinggi.
Bhabinkamtibmas setempat, Dodo, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 13.30 WIB.
“Dapat laporan dari warga, karena kebetulan Pak RW-nya pun rumahnya dekat dengan lokasi kejadian,” ujarnya (4/3/2026).
Tak berselang lama, insiden serupa terjadi di Jalan Sulanjana. Satu unit mini bus CRV berwarna silver dengan nomor polisi D 1018 AFA yang tengah melaju dari arah BIP menuju Dago tertimpa pohon tumbang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan dalam sepekan ke depan, hujan deras yang disertai angin kencang dan kilat masih berpotensi mengguyur wilayah Jawa Barat.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu menyebutkan dinamika atmosfer selama sepekan ke depan diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif di sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Kondisi tersebut dipicu oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia. Selain itu, fenomena gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) serta aktifnya gelombang Low Frequency diprediksi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan.
“Potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, dan kondisi labilitas atmosfer pada kategori ringan hingga kuat. Semua faktor tersebut mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh Rahayu dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Pembunuh Bocah SD di Bandung Barat Ditangkap
Polisi menangkap terduga pelaku yang menghabisi nyawa AS (12), bocah SD yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
AS ditemukan tewas bersimbah darah oleh sang ibu pada Selasa (3/3/2026) sore. Ia tewas dengan luka sayatan senjata tajam di leher dan beberapa luka tusuk di bagian punggung.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra mengatakan terduga pelaku yang menghabisi nyawa bocah malang itu sudah ditangkap beberapa jam setelah korban ditemukan tak bernyawa.
“Kurang dari 1×24 jam, anggota Satreskrim Polres Cimahi dan Polsek Cipatat sudah berhasil mengamankan terduga pelakunya, kakak tiri korban,” kata Niko saat ditemui, Rabu (4/3/2026).
Niko mengatakan terduga pelaku sempat melarikan diri ke Kabupaten Cianjur yang memang jaraknya tak terlalu jauh dari kediaman korban. Ia juga sempat membawa ponsel milik korban.
“Diamankan di Cianjur, pelaku ini membawa ponsel milik korban yang juga jadi barang bukti,” kata Niko.
Babak Akhir Sengketa SMANSA Bandung
Sengketa panjang yang menyelimuti lahan SMAN 1 (Smansa) Bandung akhirnya menemui titik terang. Pascaproses hukum di pengadilan, status lahan sekolah favorit di Kota Bandung itu kini dinyatakan sebagai milik negara.
Titik terang itu muncul setelah Mahkamah Agung (MA) memutus perkara kasasi Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK). MA menolak gugatan tata usaha negara Lyceum, yang berarti menyatakan lahan Smansa Bandung merupakan milik negara.
“Kami baru dapat informasi melalui e-court dari Biro Hukum Pemprov Jawa Barat tadi jam 9 pagi, bahwa permohonan kasasi PLK ditolak,” kata Ketua Tim Advokasi Smansa Bandung Arief Budiman saat dikonfirmasi , Selasa (3/3/2026).
Kasus sengketa lahan yang membelit SMAN 1 atau Smansa Bandung kini telah berakhir. Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menolak perkara kasasi atas gugatan klaim kepemilikan lahan yang dilayangkan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK).
Dengan putusan tersebut, MA menyatakan bahwa lahan Smansa Bandung merupakan milik negara. Meski sudah lega, masih ada kekhawatiran yang dirasakan Smansa karena PLK kini sedang mengajukan upaya gugatan hukum baru di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Dirangkum , PLK tercatat telah mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta soal status badan hukum organisasi mereka. Gugatan PLK pun telah teregister dengan nomor 435/G/2025/PTUN.JKT
Adapun Inti petitum PLK yakni membatalkan Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor : AHU-08.AH.01.43 Tahun 2025 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0000204.AH.01.08 Tahun 2017 Tanggal 10 April 2017.
Surat pencabutan itu sendiri memuat tentang perubahan badan hukum PLK tertanggal 28 Agustus 2025. PLK lalu meminta supaya menertibkan kembali surat keputusan mengenai legalitas badan hukum mereka.
PLK selama ini mengaku sebagai penerus dari organisasi Het Christelijk Lyceum (HCL) yang bisa mengklaim lahan Smansa Bandung.
Langkah ini pun dipandang sebagai indikasi PLK untuk mengajukan sengketa lahan kembali mengenai Smansa Bandung. Sebab jika gugatan ini bisa dikabulkan, maka PLK bisa mengajukan bukti baru atau novum untuk keperluan peninjauan kembali (PLK).
“Ada dua isu yang masih fokus kami kawal. Pertama soal gugatan PLK di PTUN Jakarta tentang gugatan pencabutan AHU Kemenkum,” kata Ketua Tim Advokasi Smansa Bandung Arief Budiman, Rabu (4/3/2026).
Jika gugatan itu nantinya malah dikabulkan, ada kekhawatiran PLK bisa mengajukan upaya hukum baru soal sengketa lahan Smansa Bandung. Sebab selama ini, klaim kepemilikan lahan PLK selalu berdasarkan akta pendirian organisasi tersebut.
Namun yang membuat Arief dan yang lainnya sedikit lega, ada sebuah keputusan yang memberatkan pihak PLK. Berdasarkan informasi yang ia terima, Majelis Kehormatan Notaris Wilayah Jawa Barat sudah menyatakan pihak notaris yang menerbitkan akta badan hukum PLK bersalah.
“Jadi informasi yang kami dapat, majelis wilayah memutuskan notaris itu bersalah terkait dengan penerbitan akta PLK yang dibuat notaris itu,” ungkapnya.
Pasar Sandang Mulai Diserbu
Memasuki hari ke-15 Ramadan, geliat belanja di sejumlah pusat niaga di Indramayu mulai meningkat. Salah satu titik yang paling padat diserbu pembeli adalah Pasar Sandang Jatibarang yang berlokasi di Jalan Mayor Dasuki, Kecamatan Jatibarang.
Pasar sandang yang akrab disapa “Pasar Minggonan” ini hanya beroperasi setiap Rabu dan Minggu. Tak heran, pasar ini sudah sangat ramai meski baru memasuki pertengahan Ramadan.
Sejak Rabu (4/3/2026) pagi, lapak-lapak pakaian dipadati pengunjung yang berburu busana muslim, baju koko, hingga aneka gamis untuk persiapan Idulfitri.
Ragam pilihan model dan harga yang bersahabat menjadikan pasar ini favorit warga. Bahkan, sejumlah warga dari berbagai daerah di Indramayu rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan busana Lebaran berkualitas dengan harga terjangkau.
Salah satunya adalah Juni’ah (40), warga Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, yang datang bersama adiknya menggunakan sepeda motor.
Ia sengaja meluangkan waktu di pertengahan Ramadan guna menghindari puncak kepadatan pada pekan terakhir menjelang Lebaran.
“Sengaja, sih, karena kalau akhir-akhir mau lebaran, tuh, ramai banget. Ini saja sudah padat,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Pantauan di lokasi pada siang hari, suasana di Pasar Sandang Jatibarang tampak berjubel. Lalu-lalang pengunjung padat merayap di blok pasar yang diapit dua deretan lapak pedagang yang saling berhadapan.
Pilihan pakaian di Pasar Sandang Jatibarang sangat beragam. Tak hanya busana muslim, tersedia pula pakaian anak-anak, busana pria dan wanita, hingga pakaian santai dengan kualitas yang bersaing dengan pasar modern.
Selain Juni’ah, juga menemui Slamet Riyadi (37), warga Desa Muntur, Kecamatan Losarang. Ia datang memboyong istri dan anak perempuannya yang masih berusia 5 tahun.
Slamet konsisten berbelanja kebutuhan busana Idulfitri di Pasar Sandang Jatibarang sejak kecil. Baginya, harga di pasar tradisional jauh lebih ramah di kantong ketimbang di pusat perbelanjaan modern.
“Dari dulu saya ke sini sama bapak sama ibu, sampai sekarang saya sudah berkeluarga. Sekarang saya rutin ke sini sama keluarga saya ini, sudah jadi kebiasaan kalau mau lebaran nyari baju di sini karena kita butuh bajunya banyak, untuk saya, istri, dan anak, jadi pengen nyari yang murah-murah saja,” kata dia saat ditemui usai berbelanja.
