Bandung –
Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Selasa (3/3/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca. Soal imbauan waspada bibit Siklon 90 S di Jawa Barat, mayat pria dan wanita gegerkan warga Padalarang hingga kabar MA tolak kasasi PLK lahan SMAN 1 Bandung.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,
Waspada Bibit Siklon 90 S di Jabar
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S.
Berdasarkan analisis BMKG pada Selasa (3/3/2026) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di sekitar 11.6°LS 106.9°BT di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat.
Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 25 knot atau 46 km/jam dengan tekanan udara minimum 1003 hPa. Analisis satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif dan terpantau adanya pembentukan deep convective di sekitar pusat sistem.
“Persebaran aktivitas konvektif terpantau di wilayah selatan pesisir Pulau Jawa yang mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).
Ayu, sapaan karib Teguh Rahayu, mengungkapkan analisis angin per lapisan menunjukkan sirkulasi pada lapisan permukaan hingga lapisan atas.
Pada lapisan permukaan terpantau sirkulasi yang sudah terpusat di sekitar sistem dengan angin maksimum berada di utara hingga timur laut sistem. Pada lapisan 850 hPa, terpantau pusat sirkulasi bergeser pada sebelah timur sistem dan lapisan 700-500 hPa, sirkulasi terpantau masih melebar ke arah barat dari pusat sistem.
Menurut Ayu, Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh kondisi lingkungan di antaranya aktifnya MJO dan gelombang atmosfer Equatorial Rossby, Low Frequency, dan Kelvin. Selain itu, suhu muka laut yang hangat (30-32°C),
kelembapan udara yang basah pada setiap lapisan, serta vortisitas yang mendukung dan divergensi lapisan atas masuk dalam kategori kuat.
“Namun, vertical wind shear dalam kategori tinggi, konvergensi lapisan bawah yang belum mendukung, juga terdapat intrusi udara kering dari sebelah barat daya pada lapisan 700-500 hPa dapat menghambat pertumbuhan dari sistem ini,” ungkapnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit 90S diprakirakan meningkat perlahan yang ditandai dengan sirkulasi yang semakin terpusat pada setiap lapisan, dan bergerak ke arah timur.
Sementara dalam 36-48 jam ke depan, Bibit 90S diprakirakan akan meningkat dan mencapai intensitas siklon tropis kategori 1 pada 4 Maret 2026. Namun, dalam 72 jam ke depan sistem tersebut diperkirakan akan menurun kembali intensitasnya menjadi tropical low seiring dengan pengaruh dari sistem lain yang ada di sekitarnya.
“Secara umum, potensi bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan dalam kategori peluang sedang-tinggi, sementara dalam 72 jam dalam kategori peluang rendah,” terangnya.
Mayat Pria dan Wanita dalam Mobil di Padalarang
Dua mayat berjenis kelamin perempuan dan laki-laki ditemukan di dalam sebuah mobil yang terparkir di sebuah rumah kosong, tepatnya Kampung Pamucatan, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dua mayat itu ditemukan pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB oleh polisi yang menerima informasi dari Satreskrim Polres Bogor terkait dua korban pencurian dengan kekerasan di wilayah Bogor.
“Jadi kami hari ini mendapatkan informasi dari Satreskrim Polres Bogor, bahwa di sana telah terjadi perbuatan pencurian dengan kekerasan. Berdasarkan hasil pendalaman, pelakunya membuang jenazahnya di wilayah hukum Polres Cimahi,” kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara saat ditemui, Selasa (3/3/2026).
Teguh mengatakan penemuan mayat itu berdasarkan keterangan pelaku yang sudah diamankan personel Satreskrim Polres Bogor. Pihaknya kemudian menelusuri lokasi yang dimaksud.
“Kami menelusuri sepanjang Jalan Raya Padalarang ini dan menemukan satu kendaraan roda empat yang terparkir di sebuah halaman rumah kosong ya, di dalamnya ada 2 mayat,” kata Teguh.
Dua mayat itu diketahui atas nama Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal, warga Kampung Citeko Lapang, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
“Kami menduga pelaku sengaja membuang mayatnya di sini, yang menurut dia itu jauh dari TKP kejahatannya di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Teguh.
Saat ini dua mayat itu dibawa ke Kabupaten Bogor untuk dilakukan autopsi. Penanganan perkara itu juga dilakukan sepenuhnya oleh Satreskrim Polres Bogor.
MA Tolak Kasasi PLK Lahan SMAN 1 Bandung Sah Milik Negara
Kasus sengketa lahan SMAN 1 atau Smansa Bandung masih bergulir di persidangan. Terbaru, Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menolak upaya kasasi Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) atas gugatan sengketa lahan tersebut.
“Kami baru dapat informasi melalui e-court dari Biro Hukum Pemprov Jawa Barat tadi jam 9 pagi, bahwa permohonan kasasi PLK ditolak,” kata Ketua Tim Advokasi Smansa Bandung Arief Budiman saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Sebagaimana diketahui, PLK mengklaim sebagai pemilik lahan Smansa Bandung. Mereka lalu mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung pada November 2024.
Sayang, April 2025, PTUN Bandung menjatuhkan putusan yang memenangkan pihak PLK, sekaligus membatalkan dokumen kepemilikan lahan Smansa Bandung dari Pemprov Jabar.
Setelah kalah dalam gugatan, perlawanan dilakukan Pemprov Jabar melalui Biro Hukum dengan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.
Tak hanya itu saja, Tim Advokasi Smansa Bandung turut mengirimkan surat ke Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA), agar perkara yang sedang bergulir bisa diawasi.
Akhir Juli 2025, Komisi Yudisial sudah turun tangan. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, bahkan informasinya Badan Pengawas MA sudah menerima surat permohonan supervisi atas sengketa ini.
Hingga kemudian, banding itu sesuai dengan harapan. PTTUN Jakarta memutuskan untuk mengabulkan banding yang dilayangkan Pemprov Jabar, sekaligus menganulir putusan PTUN Bandung yang memenangkan pihak PLK.
Setelah kalah di tingkat banding, PLK masih berupaya melawan dengan melayangkan kasasi ke MA. Sampai akhirnya, MA telah memutus perkara itu dan menolak kasasi dari pihak PLK.
Arief menyatakan, setelah kasasi PLK ditolak, lahan Smansa Bandung kini secara hukum sudah tidak lagi bersengketa. Arief bahkan berani menegaskan bahwa lahan Smansa Bandung sudah sah menjadi milik negara.
“Artinya, secara permohonan kan ditolak, jadi tetap posisinya menguatkan banding, yang di mana putusan banding itu menggugurkan putusan PTUN Bandung. Artinya ini dimenangkan oleh pemprov. Putusannya sudah berkekuatan hukum tetap, artinya sah bahwa objek tersebut milik negara,” tegasnya.
Pasutri Dicegat Mata Elang di Pasteur Bandung
Pasangan suami istri (pasutri) yang tengah mengendarai mobil dipaksa berhenti di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, baru-baru ini. Aksi sekelompok penagih utang atau debt collector atau mata elang tersebut viral setelah terekam kamera dan beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, sang istri merekam detik-detik menegangkan saat kendaraannya dikepung oleh sekelompok pria tersebut.
“Baraya, saat ini saya sedang berada di Pasteur, saya dicegat segerombolan, dipepet, digedor-gedor, sama segerombolan motor, tuh motornya tidak ada pelat nomornya, wajahnya wajah mabuk, tuh baraya,” teriak perempuan itu dalam video yang beredar.
“Ini lagi ngumpulin teman-temannya, pertama kita diberhentikan digedor-gedor karena katanya ada ambulan. Kita tanya urusannya apa kita diberhentiin?,” katanya.
“Ini leter T, wajahnya mabuk-mabuk, kayanya dari seberang orangnya, bukan orang Sunda,” ucap perempuan itu.
Saat mobil tertahan, sang suami segera menghubungi anak dan pihak kepolisian untuk meminta bantuan.
“Saya lagi nelepon anak dulu, saya disuruh nunggu dan tidak boleh keluar dari mobil,” ujarnya.
Sambil menunggu bantuan datang, salah satu pria dari kelompok tersebut memukul kaca mobil, sementara yang lain melontarkan ancaman dengan gestur intimidatif. Tak hanya itu, kendaraan pasutri tersebut juga dipepet menggunakan mobil milik para pelaku.
“Tuh digedor-gedor. Kita diancam. Kita digedor-gedor. Ngancam-ngancam,” teriak perempuan itu.
Kasus ini tengah ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung. Dalam perkembangannya, tiga orang anggota kelompok mata elang tersebut berhasil ditangkap pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton menyatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Dr Djunjunan, Kecamatan Cicendo, pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB.
“Pengemudi dipepet oleh dua motor, kemudian diberhentikan. Nah di situ kemudian disamperin oleh debt collector, kemudian memaksa ibu ini untuk keluar dari mobil dengan alasan untuk mengecek kendaraan yang bermasalah menurut versi dari pihak debt collector,” kata Anton di Mapolrestabes Bandung, Selasa (2/3/2026).
“Nah karena hal tersebut, ibu tersebut merasa ketakutan sehingga pada waktu itu dia menelpon saudaranya, keluarganya, kemudian kita dari kepolisian, khususnya dari Polsek Cicendo pada waktu itu datang ke lokasi, tetapi pada waktu itu langsung membubarkan diri,” kata Anton menambahkan.
Anton menambahkan, Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Unit Resmob Polda Jabar telah melakukan penyelidikan dan penyidikan intensif. Polisi menemukan adanya unsur pemaksaan yang dilakukan oleh pihak mata elang.
“Kemudian kami melakukan penangkapan dan kami menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku yang akan merampas kendaraan di pinggir jalan. Untuk tiga orang tersebut, sekarang ini dalam tahap pemeriksaan di kantor Satreskrim Polrestabes Bandung untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.
“Nah kemudian untuk korban atau pengendara, mobilnya memang berpelat luar dari Bandung yaitu pelat T dan pada waktu itu mobilnya memang diindikasikan kalau dari bahasa debt collector ada tunggakan,” tambahnya.
Daging Sapi di Bandung Rp 160 Ribu per Kilo
Beragam komoditas pangan laku keras di Kota Bandung selama Ramadan. Memasuki pekan kedua, harga daging sapi di Pasar Kosambi mulai merangkak naik.
Tak tanggung-tanggung, harga daging sapi di pasar tersebut menembus Rp160 ribu per kilogram. Lonjakan ini terpantau sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Aji, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, menyebut kenaikan harga dipicu oleh tingginya permintaan konsumen. “Sekarang Rp150-160 ribu per kilogramnya, soalnya banyak yang cari juga buat puasa ini kan,” kata Aji kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Aji memprediksi tren kenaikan ini akan bertahan hingga Lebaran. Meski begitu, ia menjamin stok daging tetap melimpah dan tidak ada kelangkaan.
“Biasanya nanti pas mau Lebaran ada kenaikan lagi. Jadi nggak stabil. (Stok) Insyaallah banyak,” ungkapnya.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satreskrim Polrestabes Bandung dan Pemkot Bandung memantau langsung pergerakan harga di Pasar Kosambi.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa membenarkan tingginya harga daging sapi di pasar tersebut.
“Harga daging sapi yang mencapai Rp160 ribu. Kami langsung bersama-sama tim dari Dinas Pangan Kota Bandung, kementerian perdagangan, polda maupun polres. Kami langsung mengonfirmasi, jadi bisa langsung clear di sini,” tutur Gusti.
Berdasarkan hasil pengecekan, harga daging sapi sebenarnya masih relatif stabil di angka Rp130 ribu hingga Rp140 ribu. Menurutnya, harga bisa menyentuh Rp160 ribu karena adanya layanan tambahan dari pedagang.
“Harga Rp140 ribu paha belakang, apabila tidak dibersihkan lemak-lemaknya. Jadi begitu ada request atau permintaan dari konsumen untuk dibersihkan, sehingga dagingnya daging murni, maka tentu harganya akan melebihi dari harga batas. Jadi sudah clear, paha belakang seharga Rp140 ribu, paha depan 130 ribu, tidak dibersihkan,” jelas dia.
Komoditas pokok lainnya terpantau stabil tanpa kenaikan signifikan. Bapanas bersama instansi terkait akan terus memantau harga menjelang Lebaran 2026.
“Bawang putih bagus Rp38 ribu per kilo, bawang merah antara Rp41 ribu per kilo, cabai rawit masih bagus, beras medium Rp13.500, premium Rp14.900, ada yang sedikit di atas tapi relatif masih stabil. Kemudian, yang lain-lain daging ayam bagus harga Rp40.500 per kilo masih relatif bagus, kemudian telur masih oke,” terang Gusti
