Jakarta –
Legenda Manchester United Rio Ferdinand merasakan pengalaman tak terduga dalam hidupnya. Ia berada dalam situasi mencekam di tengah konflik sejumlah negara di Timur Tengah.
Rio Ferdinand sendiri tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Karena tinggal di sana, ia justru harus merasakan situasi mencekam.
Itu karena Iran melancarkan serangan ke berbagai titik, Dubai salah satunya. Itu sebagai respons atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah hotel mewah dan bandara menjadi area yang terdampak serangan balasan Iran tersebut.
Ferdinand, yang tinggal di Dubai sejak tahun lalu, mengaku sedikit ketakutan saat mendengar rudal, ledakan, hingga jet tempur melintas di atasnya. Legenda Manchester United itu mengaku cuma tetap berusaha tenang menjaga keluarganya.
“Ini minggu yang berbeda bagi saya, tidak bohong. Pertama, saya dalam kondisi baik pagi ini karena seluruh keluarga melakukan latihan. Seperti saat pandemi Covid, seluruh keluarga melakukan hal-hal yang biasanya tidak kami lakukan bersama,” katanya dalam podcast Rio Ferdinand Presents.
“Hari ini sedikit belajar di rumah. Menakutkan saat mendengar rudal, pesawat, dan jet tempur, entahlah saya tidak tahu apa itu, melintas di atas kami, dan mendengar ledakan besar, dan kita tidak tahu apa itu karena tidak tahu detailnya.”
“Menjelaskan kepada anak-anak apa yang terjadi dan membantu mereka melewati momen ini sangatlah penting, terutama sebagai ayah di rumah. Anda ingin mencoba tetap tenang dan menjaga semua orang sebisa mungkin tetap tenang.”
“Saya harus jujur, teman-teman, situasinya memang cukup menakutkan, tapi anehnya, saya merasa sangat aman dan terawat. Studio saya telah menjadi bunker saya. Kami disarankan untuk turun ke basement pada malam pertama ketika semua keributan dimulai, dan kami tidur di sini dengan selimut dan sebagainya. Kami memanfaatkan ruang ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
