Bandung –
Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (18/2/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca. Berpulangnya ibunda Wali Kota Bandung Farhan, geger pria bertato dan bersenjata tajam loncat ke laut hingga kabar Polda Jabar musnahkan puluhan kilo sabu.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini :
Ibu Walkot Farhan Meninggal Dunia
Kabar duka datang dari Pemerintah Kota Bandung. Nani Rubiyani, ibunda Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, tutup usia pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 22.58 WIB di Kota Bogor.
Berdasarkan informasi Diskominfo Kota Bandung, almarhumah wafat di Bogor dan disemayamkan di kediaman keluarga, Jalan Penggalang Nomor 1, Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor.
Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan almarhumah dimakamkan di TPU Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor, pada Rabu (18/2/2026).
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami keluarga besar Pemerintah Kota Bandung turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Nani Rubiyani, ibunda dari Bapak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,” kata Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain.
“Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambahnya.
Zulkarnain turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan, khususnya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kami mendoakan agar Bapak Wali Kota dan seluruh keluarga besar diberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima dan menjadi cahaya di alam kuburnya,” ujarnya.
Pemkot Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan.
Pria Bertato – Bersajam Loncat ke Laut di Sukabumi
Sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat seorang pria bertato meloncat ke laut di kawasan Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Pria tersebut menceburkan diri karena takut diamuk massa setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam).
Dalam rekaman video yang beredar luas di Facebook, terdengar suara perekam yang melaporkan langsung kejadian tersebut dengan nada tegang di tengah kerumunan warga.
“Ngudag maling guys, lumpat ka laut guys Gadobangkong. Tah guys, naon maling lin, hah ngasongan bedog kanu keur ngaropi?” ucap perekam video.
Perekam juga menyebut bahwa pria tersebut sempat mengancam warga menggunakan senjata tajam jenis parang.
kemudian mengonfirmasi peristiwa tersebut kepada Ketua RW 27 Kidang Kencana (Gadobangkong), Rizal Kifli, yang akrab disapa Boteng. Ia membenarkan kejadian itu terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 23.00 WIB.
Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut diduga dalam kondisi mabuk.
“Kejadiannya sekitar jam 11 malam. Dia itu terpengaruh minuman alkohol, bawa sajam. Sebenarnya bukan maling,” kata Boteng saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Boteng menjelaskan, kronologi bermula ketika pria itu mencari seseorang yang tidak membayar setelah minum kopi dan membeli rokok di warung milik kerabatnya.
Namun, aksinya yang mengacung-acungkan senjata tajam justru memicu kepanikan pengunjung di kawasan Alun-alun Gadobangkong yang saat itu sedang ramai.
“Ada yang ngopi sama beli rokok di warung saudaranya tapi nggak bayar. Dia cari orang itu sambil bawa sajam. Karena pengunjung ramai dan dia bawa sajam, warga akhirnya berkerumun,” jelasnya.
Situasi di lokasi sempat mencekam. Dalam video, terdengar suara warga saling bersahutan saat melihat pria tersebut berada di sela-sela beton dermaga dan berupaya naik ke atas permukaan.
Boteng menyebut, pria itu merasa terpojok dan takut menjadi sasaran amuk massa yang mengiranya maling. Pria bertato tersebut akhirnya memilih menceburkan diri ke laut.
“Dia takut amukan massa karena sudah ramai diteriaki maling, padahal bukan. Akhirnya dia loncat ke laut di bawah dermaga untuk menghindari warga,” tambah Boteng.
Pihak kepolisian dari Polsek setempat yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk mengamankan pria tersebut. Guna menghindari tindakan main hakim sendiri, pelaku langsung dibawa ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah diamankan ke Polsek. Keluarganya juga sudah dipanggil ke sana,” pungkas Boteng.
Polda Jabar Musnahkan Puluhan Kilogram Sabu
Puluhan kilogram narkoba jenis sabu dimusnahkan Polda Jabar menjelang bulan Ramadan. Pemusnahan barang haram ini dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin insinerator di halaman belakang Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.
Tak hanya itu, narkoba jenis ganja hingga obat-obatan terlarang juga ikut dihancurkan. Selain itu, puluhan ribu botol minuman keras (miras) digilas menggunakan alat berat jenis stoomwalls.
Pemusnahan ini dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dan unsur Forkopimda Jabar.
“Kita melakukan pemusnahan barang-barang yang merugikan atau berdampak bahaya terhadap masyarakat Jawa Barat. Di antaranya adalah kita memusnahkan 28,9 kilo sabu, dan ada 160 ribu butir obat-obatan kemudian miras ada 69 ribu lebih,” kata Rudi usai pemusnahan, Rabu (18/2/2026).
“Ini kita lakukan sebagai wujud pelayanan wujud lindungi Polda Jabar dan jajaran kepada masyarakat Jawa Barat,” tambahnya.
Rudi mengungkapkan, dampak psikotropika, sabu, dan obat-obatan cukup meresahkan serta sangat membahayakan generasi muda Jawa Barat.
“Akibat dari pada mengkonsumsi pil obat berbahaya dan terlarang yang dengan harga murah tetapi daya rusaknya itu luar biasa,” ungkapnya.
Tidak hanya merusak fisik pengonsumsi, dampak narkoba menurut Rudi juga menyasar pada perubahan perilaku. Mulai dari kekerasan, perkelahian, pengeroyokan, pelecehan, hingga berakibat fatal atau meninggal dunia.
“Ini konflik-konflik sosial, masalah-masalah sosial yang timbul dari mengkonsumsi narkoba, minum-minuman keras dan pencurian kendaraan motor. Dan satu lagi tadi kita ikut kita musnahkan adalah 4.500-an knalpot yang tidak sesuai,” ujar Rudi.
Truk Pengangkut Tiner Terbakar di Cipali
Sebuah truk bernomor polisi B 9802 UEV yang mengangkut tiner terbakar hebat di KM 185 Tol Cipali pada Rabu (18/2/2026) pagi. Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat memicu kepanikan pengguna jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Api diduga bermula dari percikan di bagian roda belakang truk. Lantaran mengangkut bahan mudah terbakar, api dengan cepat melahap badan kendaraan meski posisi truk sudah menepi di bahu jalan.
Proses pemadaman berlangsung alot. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 08.33 WIB setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama lebih dari tiga jam.
Kepulan asap hitam tebal membubung tinggi dan terlihat jelas dari jarak jauh oleh para pengendara yang melintas.
Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengonfirmasi insiden tersebut.
Ardam menjelaskan, demi menjaga keamanan pengguna jalan, arus lalu lintas arah Cirebon sempat dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Sumberjaya di KM 175 pada pukul 08.14 WIB.
“Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung proses pemadaman kendaraan yang mengalami kebakaran,” ujarnya.
Setelah situasi dinilai aman, arus lalu lintas dibuka secara bertahap. Lajur 2 di KM 185 kembali dapat dilintasi pada pukul 08.42 WIB, disusul pembukaan lajur 1 pada pukul 08.45 WIB.
Kendati demikian, antrean kendaraan sempat mengular akibat penyempitan lajur dan tingginya volume kendaraan pada pagi hari.
Viral Sekelompok Orang Ribut Bawa Golok di KBB, Ternyata Maling Kepergok Mahasiswa
Media sosial digegerkan dengan video yang menunjukkan sekelompok orang terlibat keributan di daerah Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam video yang beredar, sekelompok orang mengejar dua orang yang berusaha kabur naik sepeda motor. Namun aksi itu gagal karena orang yang naik motor mengeluarkan senjata tajam berupa golok lalu diayunkan agar tak tertangkap.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan pihaknya sudah menerima informasi kejadian tersebut. Personel Polsek Cisarua juga sudah mengecek TKP yang terjadi pada Senin (16/2/2026) dini hari.
“Sudah dicek oleh anggota, jadi itu bukan keributan. Namun beberapa warga mengejar maling helm yang kepergok pemiliknya,” kata Gofur saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Gofur mengatakan berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang berjumlah dua orang melancarkan aksi pencurian helm di sebuah warung mie instan alias warmindo di daerah Ciwaruga.
“Namun saat itu pelaku kepergok oleh mahasiswa, sehingga langsung dikejar. Saat itu pelaku yang kabur dengan sepeda motor langsung mengeluarkan senjata tajam dan diayunkan ke arah saksi yang mengejar,” kata Gofur.
Beruntung tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut. Pelaku sudah berhasil menggondol satu buah helm namun langsung dilemparkan kembali setelah aksinya kepergok.
“Jadi sudah ada helm yang berhasil diambil, tapi karena pelaku panik sudah ketahuan, kemudian melemparkan lagi helmnya. Pelaku berhasil kabur, dan tidak ada yang terluka,” kata Gofur.







