Iyep dan Deni Menunggu Keajaiban di Balik Longsor Cisarua baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Dalam balutan has hujan berwarna biru, seorang pria tertunduk lesu di pelataran parkir Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Wajahnya sendu, mirip kondisi cuaca Cisarua pada Sabtu (24/1/2026) ini.

Sejak pagi, matahari sama sekali tak mau keluar dari peraduannya. Hujan dan angin kencang leluasa membasahi dan mendinginkan suasana. Hujan yang terus turun sejak dua hari belakangan itu jualah yang akhirnya memicu longsor.

Tak tanggung-tanggung, 30 rumah tersapu, rata dengan tanah. Sampai Sabtu siang ini, sudah ada 8 orang yang dinyatakan meninggal, 23 selamat, dan 82 masih dalam pencarian.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Iyep, salah satu orang yang menanti kabar baik dari anak dan istrinya. Rumahnya raib disapu material longsor berbentuk lumpur yang turun dari kaki Gunung Burangrang. Iyep datang ke kantor desa menjaga asa keluarga kecilnya masih selamat.

Sayang, Iyep tak bisa berbicara. Suaranya parau, tenggorokannya nyeri menahan tangis. Ia dikuatkan oleh adiknya, Warna Supana yang turut mendampingi ke kantor desa mencari kejelasan.

“Kakak saya ini 2 anak sama istrinya hilang. Sekarang belum ada kabar, ya ini masih menunggu,” kata Warna saat ditemui, Sabtu (24/1/2026).

Saat kejadian, kakak ipar dan sepupunya itu sedang terlelap. Tiba-tiba, gemuruh dari tanah bercampur air yang menjadikannya lumpur, mengalir deras tak terbendung. Rumah-rumah di sepanjang jalurnya rata dengan tanah.

“Lagi tidur, kalau kakak saya kebetulan sedang keluar. Kalau melihat kondisinya, ya waktu kejadian di dalam rumah kemungkinan jadi korban,” kata Warna.

Warna menyebut kakaknya sudah ikhlas. Apapun hasilnya, keluarga akan tetap menerima. Namun yang pasti, jika jadi korban keluarga ingin jasadnya ditemukan agar bisa dikebumikan dengan laik.

“Ya intinya kami sudah mengikhlaskan karena yang begini kan musibah dan takdir, tapi inginnya tetap ditemukan jasadnya,” kata Warna.

Serupa dengan Warna, Deni juga berusaha mencari keberadaan sepuluh anggota keluarganya yang disinyalir turut tertimbun longsor. Sampai saat ini, belum ada kejelasan nasib keluarganya.

“10 orang di dalam 1 rumah, ya kalau melihat kondisi rumah sudah tersapu pastinya tertimbun. Tapi ya sama seperti yang lain, inginnya ditemukan jasadnya kalau memang meninggal,” kata Deni.

Upaya pencarian terhadap korban yang masih belum jelas keberadaannya terus berjalan. Namun efektivitasnya agak terganjal gegara cuaca ekstrem yang melanda. Petugas terpaksa menghentikan pencarian jika hujan turun.

Warga yang selamat sebagian mengungsi ke kerabat dan posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu. Sementara mereka yang terluka cukup berat dirujuk ke rumah sakit.