Bandung –
Krisis sampah kembali menerpa Kota Bandung. Ini terjadi setelah Kementerian Lingkungan Hidup yang menyegel dua unit insinerator atau mesin pengolah sampah dengan cara dibakar yang berlokasi di TPS Baturengat, Cigondewah. Insinerator dihentikan operasionalnya karena menimbulkan polutan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan angkat bicara dengan kejadian ini. Farhan mengatakan, jika Pemkot Bandung akan mematuhi kebijakan Kementerian LH dengan menyegel semua insinerator yang sudah dioperasikan.
“Pertama, Insinerator sudah 100 persen disegel semuanya. Kedua, ada kemungkinan yang sangat besar bahwa pengiriman ke TPA Saremukti akan dikurangi sampai 20 persen lagi,” kata Farhan kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Rabu (4/2).
Farhan mengungkapkan, di tengah krisis ini, Pemkot Bandung bakal menghadapi masalah baru. Kuota pembuangan ke TPA Saramukti bakal dikurangi 20 persen, dengan kondisi kuota yang tersedia saat ini mencapai 980 ton per hari.
“(Kebijakan pengurangan kuota TPA Sarimukti) Belum tahu. Tapi kita siap-siap antisipasi. Makanya rapim tadi khusus bahas sampah, kalau 20 persen itu tidak bisa kita kirim, kita mau dikemanakan. Kan tadinya mau kita olah melalui insinerator. Tapi nggak boleh,” ungkap Farhan.
Pemkot Bandung saat ini sedang memutar otak untuk menghadapi ancaman krisis sampah. Bahkan menurut Farhan, pihaknya akan mencari solusi untuk selesaikan permaslahan sampah. Solusi ini akan dimatangkan dalam waktu sepekan.
“Jadi kita sedang-sedang mencari alternatif-alternatif lain yang mesti selesai dalam waktu seminggu ini, udah ketahuan mesti diapain salah satunya yang paling utama adalah melibatkan semua anggota masyarakat terutama lewat program Gaslah,” jelas Farhan.
Farhan sempat ditanya soal rencana pengiriman sampah ke Bekasi melalui teknologi refuse-derived fuel (RDF). Rencana ini tak menemui masalah, dan anggaran penambahan insinerator pada 2026 nantinya akan digeser untuk kebutuhan tersebut.
“Hanya RDF yang paling memungkinkan dalam waktu cepat kurang dari sebulan yang langsung operasional. Nanti anggaran yang seharusnya untuk beli Insinerator, kita geser ke sana. Tapi ada beberapa regulasi yang harus kita penuhi dulu,” tuturnya.
“Intinya kita masih akan mengolah dulu hari ini tergantung hasil rapat, nanti saya jam 2 balik lagi ke sini sekalian ngebahas masalah titik-titik yang perlu kita jadikan perhatian untuk pengolahan sampah,” pungkasnya.







