Neraka merupakan tempat bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Gambaran dahsyat neraka tersirat dalam surah An-Nisa ayat 56.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا ٥٦
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Allah SWT juga berfirman dalam surah Ibrahim ayat 16-17,
مِّنْ وَّرَاۤىِٕهٖ جَهَنَّمُ وَيُسْقٰى مِنْ مَّاۤءٍ صَدِيْدٍۙ ١٦ يَّتَجَرَّعُهٗ وَلَا يَكَادُ يُسِيْغُهٗ وَيَأْتِيْهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَّمَا هُوَ بِمَيِّتٍۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهٖ عَذَابٌ غَلِيْظٌ ١٧
Artinya: “Di hadapannya ada (neraka) Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. Diteguk-teguknya (air nanah itu), dia hampir tidak bisa menelannya, dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak kunjung mati. Di hadapannya (masih ada) azab yang berat.”
Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menjelaskan hukuman bagi mereka yang tidak mempedulikan hukum dan petunjuk Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Ayat tersebut juga menggambarkan beratnya siksa yang diterima umat yang zalim di akhirat kelak.
“Yaitu siksaan dengan api neraka yang amat panas, mereka diberi minum yang kotor seperti nanah, dan mereka minum air kotor itu, akan tetapi amat sukar bagi mereka untuk meneguknya,” jelas tafsir tersebut.
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan apa yang membawa seseorang masuk surga dan amalan yang menyebabkan orang masuk neraka. Ketika menjawab neraka, beliau mengatakan ada dua anggota tubuh yang menjadi penyebab terbanyak orang masuk neraka. Anggota tubuh yang dimaksud mulut dan kemaluan.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA,
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ، فَقَالَ: تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الخُلُقِ، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ: الْفَمُ وَالْفَرْجُ
Artinya: “Rasulullah SAW ditanya tentang amal yang paling banyak membawa orang masuk surga. Dia berkata, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.’ Beliau ditanya tentang amal yang paling banyak membawa orang masuk neraka. Beliau menjawab, ‘Mulut dan kemaluan’.” (HR Bukhari)
Redaksi lain berbunyi, “Hal yang paling banyak menjerumuskan seseorang ke dalam neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Mu’adz juga pernah meriwayatkan terkait hal ini. Dalam percakapannya dengan Rasulullah SAW, dia bertanya, “Akankah kita disiksa karena sesuatu yang kita ucapkan?” Rasulullah SAW menjawab, “Sia-sia engkau tanyakan, wahai Mu’adz. Manusia ditelungkupkan di neraka di atas wajahnya adalah akibat lisannya.” (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Mulut menjadi anggota tubuh yang menyeret seseorang ke neraka karena ucapan yang keluar darinya. Dalam kitab Al-Wafi (Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi) susunan Musthafa Dieb al-Bugha dan Muhyiddin Mistu terjemahan Rohidin Wakhid, dikatakan hadits Mu’adz menunjukkan sebagian penyebab orang-orang masuk neraka adalah karena lisan mereka. Maksiat perkataan ini meliputi kesyirikan yang tak lain dosa paling besar di sisi Allah SWT.
Hasan al-Bashri pernah berkata, “Lidah adalah pusat kendali. Jika ia melampaui batas, tubuh pun akan berbuat melampaui batas. Jika ia terkendali, perbuatan pun terkendali.”
Kemaluan juga menjadi sebab seseorang masuk neraka. Rasulullah SAW minta umatnya menjaga apa yang ada di antara dua kakinya. Beliau SAW bersabda,
مَنْ يَضْمَنُ لِيْ مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنُ لَهُ الْجَنَّةَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: “Barang siapa menjamin kepadaku untuk menjaga apa yang ada antara dua tulang dagunya dan apa yang ada di antara dua kakinya, maka terjamin surga baginya.” (Muttafaq ‘alaih dari Sahl bin Sa’ad)
Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin mengatakan maksud “apa yang ada di antara dua kaki” adalah kemaluan. Umat Islam bisa menjaganya dari perkara haram agar selamat dari neraka.
Artikel ini telah tayang di







