Indramayu Siap Jadi Motor Penggerak Kawasan Rebana

Posted on

Indramayu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan Kawasan Rebana, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan bahwa kesiapan pemerintah daerah tersebut merupakan bagian dari upaya mengakselerasi pembangunan di wilayah utara Jawa Barat yang masuk dalam kawasan strategis Rebana.

Menurutnya, Kabupaten Indramayu memiliki peluang yang luas untuk mendukung percepatan ekonomi regional. Statusnya sebagai salah satu daerah kunci di Kawasan Rebana dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi.

“Indramayu dikenal sebagai lumbung pangan nasional berkat produktivitas sektor pertaniannya. Selain itu, kami juga memiliki potensi besar di bidang kelautan dan perikanan, industri energi dan migas, serta pengembangan kawasan industri,” ujar Lucky dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Dari sisi geografis, Indramayu dinilai memiliki posisi strategis dalam menunjang konektivitas dan distribusi logistik. Wilayah ini memiliki akses dekat menuju Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang serta Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Kedekatan tersebut diyakini dapat meningkatkan daya tarik investasi sekaligus memperlancar arus barang dan jasa di Kawasan Rebana.

Atas dasar itu, Pemkab Indramayu menyatakan siap mengoptimalkan seluruh keunggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, energi, industri, hingga kelautan, guna menopang keberhasilan pengembangan kawasan tersebut.

Lucky menambahkan, optimalisasi berbagai sektor unggulan itu diarahkan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kompetitif, sekaligus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen konkret, ia telah menandatangani Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kabupaten/kota serta mitra di wilayah Rebana bersama enam kepala daerah lainnya dan Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan di tujuh daerah yang tergabung dalam Kawasan Rebana, yakni Subang, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Rebana, khususnya di Indramayu,” kata Lucky.