Bandung –
Gelaran Indonesia Hijab Fest kembali menghadirkan ruang bagi pelaku usaha modest fashion lokal untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat. Mengusung konsep yang lebih religius karena berlangsung di bulan suci, acara ini tidak hanya menghadirkan pameran fashion, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif yang relevan dengan suasana Ramadhan.
Business and Partnership Indonesia Hijab Fest 2026, Reza, menjelaskan bahwa tema tahun ini disesuaikan dengan momentum Ramadhan sekaligus menghadirkan kolaborasi dengan Jabar Halal Fair dan didukung Bank Indonesia.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri halal, khususnya bagi pelaku usaha modest fashion.
“Untuk event kali ini, karena kita di bulan Ramadhan, temanya di Indonesia Hijab Fest Ramadhan. Dan kebetulan kita ada kolaborasi bareng sama Jabar Halal Fair juga didukung dari Bank Indonesia,” ujar Reza (6/3/2026).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap menghadirkan konser, event kali ini lebih menitikberatkan pada kegiatan yang bernuansa religi dan edukatif. Pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda seperti kajian, talk show inspiratif, hingga sholat tarawih berjamaah bersama Ustadz Hanan Attaki.
Rangkaian talk show akan digelar setiap hari selama acara berlangsung. Mulai dari Kamis (5/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) dengan menghadirkan kurang lebih 14 bintang tamu yang mengisi berbagai sesi diskusi dan inspirasi bagi pengunjung.
Indonesia Hijab Fest 2026 di Bandung Foto: Gheyna Sabila Z |
“Jadi emang dalam satu hari itu kita ada talk show, ada kajian, sama ada beberapa brand yang tap in sama kita juga mereka ngisi talk show gitu yang memang mengedukasi visitor yang datang ke Hijab Fest,” katanya.
Selain menghadirkan program edukatif, Hijab Fest Ramadhan juga menjadi ajang promosi bagi ratusan produk lokal. Tahun ini, tercatat sekitar 100 tenant yang berpartisipasi, terdiri dari 75 brand fashion dan sekitar 25 brand makanan dan minuman.
Reza menegaskan bahwa seluruh tenant yang terlibat merupakan produk lokal dan didominasi oleh pelaku UMKM. Hal ini menjadi bagian dari komitmen penyelenggara untuk memberikan ruang bagi brand lokal untuk terus berkembang.
“100% UMKM dan produk lokal sih. Kebetulan emang Bandung kan produsen fashion atau modest fashion, emang kita mendorong untuk ngasih ruang atau wadah untuk ekosistem si modest fashion itu sendiri,” ujarnya.
Ia menilai antusiasme brand yang terus kembali mengikuti event ini menjadi indikator bahwa Indonesia Hijab Fest memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Selain membantu penjualan, acara ini juga membuka kesempatan bagi brand untuk membangun hubungan lebih dekat dengan pelanggan.
“Komitmen kita salah satunya membantu penjualan mereka, terus membantu mungkin biar mereka dekat dengan customernya sendiri dan bisa membangun loyal customer,” ucap Reza.
Untuk menjaga kualitas tenant, panitia juga menerapkan proses kurasi sebelum brand dapat berpartisipasi. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian nilai brand dengan konsep acara, kualitas produk, serta segmentasi pasar yang dituju.
“Kita sebenarnya ada kurasi untuk brand-brand yang ikut. Salah satunya kita melihat dari sosial medianya, produknya seperti apa, segmentasi marketnya untun siapa,” katanya.
Pihak penyelenggara juga menargetkan Hijab Fest dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di masa depan. Reza menyebut salah satu rencana jangka panjang adalah memperluas penyelenggaraan event ke kota-kota lain di luar Bandung.
Dengan ekspansi tersebut, diharapkan semakin banyak UMKM modest fashion yang mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produknya dan memperluas pasar.
“Kita pengennya event ini tidak cuma di Bandung, mungkin bisa juga di kota-kota lain di Jawa Barat supaya bisa menjangkau brand yang ada di luar Bandung,” kata Reza.
Dari sisi pelaku usaha, kehadiran event seperti Indonesia Hijab Fest dinilai memberikan dampak nyata bagi perkembangan brand. Hal tersebut dirasakan oleh salah satu tenant, Zayra Hijab, yang telah mengikuti acara ini selama empat tahun berturut-turut.
Erni, tim dari Zayra Hijab mengatakan event seperti Indonesia Hijab Fest ini menjadi ruang penting bagi UMKM untuk mempromosikan produknya sekaligus bersaing secara sehat dengan brand lain.
Ia menilai kegiatan pameran seperti ini sangat membantu pelaku usaha yang masih dalam tahap memperluas pasar. Melalui event seperti ini, brand dapat memperkenalkan produknya kepada pengunjung secara langsung dan lebih luas.
“Sangat membantu karena tempatnya ini bisa untuk kita mempromosikan dan untuk kita saling berkembang juga,” ujarnya.
Selain meningkatkan promosi, partisipasi dalam event juga membuka peluang kolaborasi baru dengan pelaku usaha lain. Erni mengaku setelah mengikuti berbagai pameran, terutama Indonesia Hijab Fest, peluang kerja sama bisnis semakin terbuka.
“Alhamdulillah sangat membantu. Setelah ikut event-event ini jadi bisa kolaborasi juga sama yang lain,” katanya.
Ke depan, ia berharap event seperti Indonesia Hijab Fest terus digelar agar semakin banyak brand lokal yang dikenal masyarakat luas.
“Saya berharap brand lokal seperti Zayra ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat luar dan produknya juga lebih digemari,” ujar Erni.








