Bandung –
Perayaan Imlek tinggal menghitung hari. Lampion merah mulai menghiasi sudut-sudut jalan, sementara toko-toko meramaikan etalase dengan manisan, pernak-pernik, hingga perhiasan khas Tiongkok. Warna merah yang identik dengan keberuntungan dan kebahagiaan semakin mudah dijumpai.
Sebagai kota besar, Bandung tidak ketinggalan menyambut momen tersebut. Kawasan pecinan di Jalan Cibadak mulai ramai oleh aktivitas jual beli kebutuhan Imlek. Salah satu yang paling banyak diburu pengunjung adalah dodol keranjang atau kue keranjang.
Camilan manis ini menjadi sajian wajib saat Imlek. Bentuknya unik, menyerupai wadah atau keranjang kecil, berbeda dari dodol pada umumnya yang berbentuk panjang atau lonjong. Kue keranjang terbuat dari tepung beras ketan, gula, dan air. Adonan dimasak hingga kental, lalu dikukus dalam waktu lama sebelum dicetak dalam wadah bulat yang dilapisi daun atau plastik.
Salah satu toko yang rutin menyediakan kebutuhan Imlek adalah Swalayan Tiara. Toko ini menjual kue keranjang dalam berbagai ukuran, dengan harga berkisar Rp21.000 hingga Rp30.000. Selain itu, tersedia pula manisan dan angpao yang banyak dicari pembeli.
Salah satu karyawan Swalayan Tiara, Candra, mengatakan kue keranjang sengaja diletakkan di bagian depan toko karena menjadi incaran utama pengunjung.
“Kue keranjang ini target utama pengunjung, terutama warga Tionghoa yang mencari pernak-pernik atau camilan khas Imlek. Biasanya yang datang adalah warga sekitar Jalan Cibadak, juga dari kawasan Jalan Kelenteng dan Pasar Baru,” ujar Candra.
Pantauan di sekitar persimpangan Jalan Cibadak menunjukkan suasana yang semakin semarak. Pedagang kaki lima mulai menjajakan perhiasan dan dekorasi Imlek. Petasan yang kerap menjadi simbol perayaan juga tampak dijual, meski Imlek tahun ini baru akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Menurut Candra, peningkatan pembeli sudah terasa sejak sepekan terakhir. Bahkan, pihak toko kerap kewalahan melayani permintaan.
“Seminggu belakangan ini kami cukup sibuk karena antusias pengunjung tinggi, padahal perayaan masih sepekan lagi. Alhamdulillah, setiap tahun kue keranjang selalu laku. Kalau bukan dodol, biasanya pembeli mencari manisan atau angpao untuk dibagikan kepada keluarga,” katanya.
Tampilan depan Swalayan Tiara Foto: Satria |
Persiapan Imlek umumnya dilakukan beberapa hari sebelum perayaan. Warga mulai mendekorasi rumah dan menyiapkan hidangan untuk menyambut keluarga besar yang datang berkunjung.
Salah seorang pengunjung, Jerry, mengaku lebih memilih berbelanja jauh hari agar tidak kehabisan barang.
“Saya lebih suka persiapan dari awal. Kalau mendekati Imlek biasanya sudah repot dan beberapa barang tidak tersedia. Jadi saya beli dari jauh-jauh hari. Saya memang rutin belanja di sini, termasuk kue keranjang,” ungkap Jerry.
Ia berharap perayaan Imlek tahun ini berlangsung meriah dan membawa kebahagiaan bagi semua pihak. Jerry juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan menghormati keberagaman budaya di Kota Bandung.
“Saya berharap masyarakat bisa hidup rukun. Semoga tidak ada hal yang mencederai keberagaman. Semoga semua bahagia dan budaya Tionghoa semakin dikenal luas di Kota Bandung,” tutup Jerry.








