Suasana Stasiun Bandung mendadak padat pada Minggu (18/1). Sejak pagi hingga siang hari, antrean penumpang terlihat mengular di depan loket penukaran dan refund (pengembalian) tiket.
Wajah-wajah lelah bercampur cemas tampak jelas, terutama pada penumpang kereta jarak jauh yang baru mengetahui bahwa perjalanan mereka dibatalkan.
Pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh memicu kepadatan itu, sebab adanya genangan air yang menutupi jalur kereta di wilayah Semarang dan Jakarta. Kondisi ini membahayakan keselamatan dan mengganggu kelancaran perjalanan kereta api yang melintasi wilayah tersebut.
Beberapa kereta yang dibatalkan antara lain KA Papandayan relasi Garut-Gambir dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Garut pukul 12.40 WIB dan dari Stasiun Bandung pukul 14.54 WIB.
Selain itu, KA Ciremai relasi Bandung-Cikampek-Semarang Tawang yang dijadwalkan berangkat pukul 16.55 WIB juga dibatalkan. Pembatalan ini termasuk dua perjalanan KA Parahyangan relasi Bandung-Gambir, masing-masing dengan jadwal keberangkatan pukul 11.05 WIB dan 13.05 WIB.
Pembatalan ini membuat rencana kepulangan ratusan penumpang berantakan, terutama mereka yang hendak kembali ke Jakarta dan kota-kota tujuan lain di Jawa.
Salah seorang penumpang bernama Anita, mengaku baru mengetahui pembatalan keretanya sesaat setelah tiba di stasiun. Ia bersama keluarga berencana pulang ke Jakarta menggunakan KA Parahyangan usai menghabiskan waktu liburan di Bandung selama sepekan.
“Di-cancel (dibatalkan) keretanya katanya banjir, ada genangan air di rel,” ujar Anita saat ditemui di area loket refund.
Ia mengungkapkan, ia menerima informasi pembatalan secara mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Situasi itu membuat Anita dan keluarganya harus cepat mencari alternatif transportasi lain.
“Barusan saya masuk stasiun, habis print tiket katanya di-cancel, jadi disuruh refund. Saya naik Kereta Parahyangan keberangkatan jam 1 siang,” tuturnya.
“Rencananya kita mau naik Whoosh. Kalau travel takutnya macet juga dan banjir, jadi kita cari yang cepat saja,” sambungnya.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan, KAI melakukan pembatalan perjalanan kereta demi keselamatan mengingat tingginya potensi gangguan operasional akibat genangan air di wilayah yang dilalui.
“Akibat meluasnya genangan air di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta, PT KAI Daop 2 Bandung hari ini dengan terpaksa melakukan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api,” terang Kuswardojo.
“Tercatat KA Papandayan relasi Garut-Gambir, KA Ciremai relasi Bandung-Semarang Tawang, dan 2 KA Parahyangan relasi Bandung-Gambir dengan terpaksa kami batalkan perjalanannya untuk hari ini,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan berhak mendapatkan refund tiket 100%. Proses refund dapat dilakukan dengan batas waktu hingga 7 hari sejak tanggal dan jam keberangkatan yang tertera pada tiket.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pembatalan perjalanan ini,” tutup Kuswardojo.







