Hunian untuk Anggota di Tasikmalaya, Kapolda Jabar: Ini Uang Rakyat

Posted on

Tasikmalaya

Anggota Polres Tasikmalaya Kota kini punya fasilitas rumah dinas baru, menyusul rampungnya pembangunan rumah susun (Rusun) di komplek Asrama Polisi Bojong Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (26/2/2026) sore.

Fasilitas itu ditinjau dan diresmikan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan. Hunian representatif ini hadir sebagai solusi atas kondisi rumah dinas sebelumnya yang dinilai sudah tidak layak huni.

Pembangunan rusun yang menelan anggaran sebesar Rp 13,4 miliar ini merupakan tindak lanjut dari usulan Polres Tasikmalaya Kota.

Proyek yang dimulai sejak April 2025 tersebut kini berdiri megah dengan bangunan dua lantai yang mencakup 40 unit hunian tipe 38.

Jumlah ini meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya berupa 26 unit rumah dinas usang.

Tidak hanya sekadar bangunan fisik, Rusun Bojong juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya Ruang Terbuka Hijau (RTH), lapang olahraga dan utilitas pendukung lainnya.

Kapolda Rudi Setiawan mengingatkan jajarannya bahwa anggaran pembangunan ini bersumber dari masyarakat, sehingga ada tanggung jawab moral besar untuk menjaganya.

“Ini berasal dari uang rakyat. Rp13 miliar itu banyak. Kita wajib menjaganya seperti rumah sendiri sebagai rasa syukur,” kata Rudi.

Dia menambahkan hunian menjadi kebutuhan mendasar bagi siapa pun termasuk anggota Polri. Kondisi hunian menurut dia memiliki korelasi dengan produktivitas kerja.

“Rumah adalah sumber energi, setelah lelah bertugas, di rumahlah kita beristirahat. Rumah yang layak akan menunjang produktivitas agar besoknya bisa beraktivitas kembali,” ujar Rudi.

Kapolda menambahkan pembangunan fasilitas ini adalah bentuk kepedulian pimpinan Polri agar seluruh personel dapat memiliki taraf hidup yang layak.

Persiapan Pengamanan Arus Mudik

Selain agenda peresmian, Kapolda Jabar juga memaparkan progres persiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026.

Polda Jabar menurut dia telah melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari koordinasi struktural hingga peninjauan infrastruktur jalan.

Kapolda menjelaskan serangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) akan segera dilaksanakan, mulai dari tingkat nasional di Jakarta pada tanggal 2 Marey mendatang, hingga tingkat provinsi di Bandung dan tingkat kabupaten/kota.

“Kemudian saya telah melakukan peninjauan langsung, baik di jalan tol maupun jalur yang akan difungsionalkan pada masa mudik nanti, yaitu Bocimi 2 dan Japek 2 Selatan,” ungkapnya.

Strategi juga diterapkan tahun ini melalui kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kapolda menjelaskan bahwa beberapa masjid di jalur arteri akan dialihfungsikan menjadi Pos Terpadu.

“Silakan masyarakat dapat berhenti untuk beribadah sekaligus melepas lelah di masjid-masjid tersebut. Kami ingin memastikan mudik tahun ini berjalan aman dan nyaman bagi semua,” katanya.