Horor Lubang di Pantura Indramayu Intai Keselamatan Pengendara - Giok4D

Posted on

Jakarta

Kondisi Jalan Pantura di Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, kian memprihatinkan. Sejumlah lubang dengan kedalaman sekira 10 sentimeter tampak berjejer, terutama di titik terparah yang berada tepat di depan area pemakaman Desa Larangan.

Pantauan di lokasi menunjukkan lubang-lubang tersebut tidak hanya dalam, tetapi juga saling berdekatan. Kondisi ini membuat pengendara, terutama yang melaju dengan kecepatan tinggi, kerap tidak sempat menghindar.

Aji Beler (29), warga setempat, mengaku belum lama ini terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Seorang pengendara motor terjatuh setelah melintasi lubang tanpa menyadarinya, beruntung pengendara tersebut hanya mengalami luka ringan.

“Belum lama ini ada yang jatuh di situ (jalan Pantura pemakaman Desa Larangan). Jadi dia lagi ngebut, terus nggak tahu ada lubang, dilewatin aja tuh lubangnya, terus akhirnya badan dia terpental jatuh. Untung jatuhnya ke agak samping gitu bukan ke tengah, dan di belakangnya juga lagi nggak ada mobil,” ujar Aji kepada, saat ditemui pada Sabtu (14/2/2026).

Akibat kejadian itu, pelek ban motor korban sampai penyok. Warga sekitar yang melihat langsung memberikan pertolongan.

“Warga sekitar yang ngeliat itu langsung dievakuasi, dan sementara dibawa ke Balai Desa Larangan untuk diobati, ditenangkan, dan lain-lain, karena di situ kan bukan permukiman, adanya kuburan aja, jauh dari permukiman,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Abdul Ghani (30). Ia mengaku cemas dengan kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan saling berdekatan.

“Cemas, itu jalan lubang gede-gede terus berdekatan. Kalau saya kan warga sini, jadinya sudah paham, tapi kalau orang dalam perjalanan jauh, itu sangat membahayakan. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi, nggak tahu ada lubang di situ, sehingga belum ada waktu untuk menghindar,” kata Abdul saat ditemui di waktu yang sama.

Menurutnya, pengendara dari luar daerah menjadi pihak yang paling berisiko karena tidak mengetahui karakter jalan tersebut.

Sementara itu, Yasa (58), warga lainnya, mengungkapkan sempat muncul inisiatif swadaya dari warga untuk menambal lubang sementara, menggunakan tanah liat yang dicampur sampah. Namun rencana itu urung dilakukan.

“Saya sempat memikirkan bersama para warga, bagaimana kalau ini untuk sementara ditambah pakai tanah liat yang dicampur sampah saja. Tapi katanya itu tidak akan berlangsung lama, juga mengingat cuaca sekarang lagi hujan terus,” ujarnya.

Warga berharap ada penanganan serius dari pihak terkait agar kondisi jalan nasional tersebut tidak terus memakan korban. Terlebih, Jalan Pantura merupakan jalur utama yang dilintasi kendaraan dari berbagai daerah dengan intensitas tinggi setiap harinya.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.