Indramayu –
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, mendadak menyimpan cerita tak terduga. Saat proses penggalian fondasi berlangsung, para pekerja menemukan sebuah terowongan yang diduga merupakan bagian dari struktur lama peninggalan jalur kereta api.
Temuan tersebut sontak mengundang rasa penasaran. Terowongan yang muncul dari dalam tanah itu diperkirakan merupakan bekas fondasi bangunan atau lintasan kereta api, meski fungsi pastinya hingga kini belum dapat dipastikan.
Warkadi (52), warga Desa Gadingan yang turut mengawasi jalannya pembangunan, menuturkan bahwa terowongan itu ditemukan sehari setelah pekerjaan penggalian dimulai, tepatnya pada Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, terowongan dengan lebar sekitar 30 sentimeter itu terlihat, saat alat berat menggali tanah hingga kedalaman lebih dari satu meter untuk keperluan fondasi bangunan.
“Waktu penggalian sudah cukup dalam, tiba-tiba terlihat ada terowongan. Bentuknya seperti sisa struktur bangunan lama, kemungkinan berkaitan dengan kereta api,” ujar Warkadi menceritakan detik-detik penemuan jejak masa lalu tersebut, kepada pada Kamis (5/2/2026).
Diketahui, penggalian tersebut kelak diisi cakar ayam, yaitu istilah yang merujuk pada fondasi suatu bangunan.
Menurutnya, kisah mengenai jalur kereta api Jatibarang-Karangampel memang sudah lama beredar di tengah masyarakat Desa Gadingan. Cerita tersebut diwariskan secara turun-temurun dan kerap menjadi perbincangan warga.
Karena itu, Warkadi menduga kuat terowongan yang muncul dalam proyek pembangunan KDKMP tersebut, merupakan bagian dari peninggalan jalur kereta api yang pernah melintasi wilayah Gadingan.
“Saya sendiri sebenarnya nggak berani bilang terlalu banyak, saya nggak tahu pasti ini bekas apa. Tapi kalau melihat bentuk dan ukurannya, kemungkinan struktur pendukung bangunan kereta api, bisa jadi fondasi atau bagian stasiun,” ucapnya.
Ia menambahkan, sejauh ini temuan baru ditemukan di satu sudut fondasi bangunan KDKMP yang berbentuk kotak. Sementara di sudut lainnya belum ditemukan struktur serupa.
“Kalau seluruh area digali, mungkin saja ada temuan lain. Tapi penggalian dilakukan sesuai kebutuhan fondasi saja,” katanya.
Pantauan di lokasi, terowongan tersebut memiliki tinggi sekitar 1,2 meter dengan lebar kurang lebih 30 sentimeter.
Namun, kondisinya kini terendam air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Indramayu sejak Kamis dini hari (5/2/2026), sehingga bentuknya tidak terlihat secara jelas.
Nur (42), salah seorang pekerja pembangunan sempat menceburkan dirinya ke galian tersebut, untuk mengukur kedalamannya.
“Mentok segini,” kata Nur, sambil memperlihatkan sebagian tubuhnya yang terendam air.
Penemuan ini menyisakan tanda tanya di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah Kadi (46), warga yang mengaku penasaran tentang hakikat dari terowongan tersebut.
“Sebenarnya ini apa, saya penasaran sampai saya tanya-tanya ke orang dan datang langsung ke lokasi,” kata dia.







