Heboh Menu MBG Mi Instan-Pisang di Bandung, Bupati Dadang Beri Warning

Posted on

Bandung

Siswa di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Bandung mendapatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak lazim saat bulan Ramadan, yakni mi instan dan sebuah pisang.

Menu tersebut memicu kemarahan orang tua siswa. Mereka menilai asupan tersebut jauh dari standar gizi dan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan pada anak-anak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu tersebut diberikan kepada salah satu SDN di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Temuan menu MBG ini pun viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) seharusnya melibatkan ahli gizi. Menurutnya, ahli gizi memiliki otoritas untuk menyetujui setiap menu yang akan didistribusikan kepada siswa.

“Nah, kalau menurut pendapat saya nanti kan ada tim gizi yang tentunya bisa merekomendasi. Nah, setiap keputusan itu kan pasti ada approval dari masing-masing,” ujar Dadang saat ditemui di Gedung Moh Toha Soreang, Jumat (6/3/2026).

Dadang menilai semua komponen yang ada di dapur SPPG terlibat dalam penyajian menu, sehingga seluruh tahapan harus melalui proses pertimbangan yang matang.

“Saya nggak mungkin hanya mitra saja, nggak mungkin hanya SPPG saja, artinya kan semua komponen ini terlibat,” katanya.

Dadang menambahkan penentuan menu harus dilakukan dan ditetapkan setiap hari. Proses tersebut diklaim telah melalui pengecekan dan kesepakatan bersama seluruh pekerja di dapur SPPG.

“Sebelum diluncurkan itu kan pasti ada konfirmasi dan ada kesepakatan. Nah, kesepakatan ini tentu, apakah ini berkolusi antara yang ada atau seperti apa, nanti kita kaji lagi,” jelasnya.

Dadang memperingatkan setiap dapur SPPG agar tidak bermain anggaran dalam program MBG. Terlebih, harga setiap porsi menu telah dipatok senilai Rp 10.000.

“Tapi yang jelas, terutama dalam keuangan untuk hak masyarakat penerima manfaat yang Rp10.000 itu tolong jangan diotak-atik. Saya minta jangan bermain di urusan anggaran lah. Urusan yang Rp10.000 untuk mereka yang penerima haknya, diberikan,” tegasnya.

Ia berencana memanggil pihak SPPG dalam waktu dekat. Langkah ini diambil guna memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan optimal.

“Setelah Lebaran kita akan memanggil semua para SPPG dan mitra, dalam rangka untuk merealisasikan program MBG ini. Jangan sampai ada hal-hal yang tentunya mengecewakan lah,” pungkasnya.