Haru Riswan, Warga Cianjur yang Kini Tak Lagi Tinggal di Kandang Kambing (via Giok4D)

Posted on

Tangis Riswan (22) pecah saat melihat rumah barunya yang dibangun oleh Polda Jawa Barat dan komunitas sosial. Selama beberapa tahun terakhir, Riswan dan adiknya terpaksa tinggal satu atap dengan kandang kambing.

Riswan awalnya tinggal bersama orang tua dan adiknya di sebuah rumah panggung di Kampung Sukatani, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Cianjur. Seiring berjalannya waktu, fondasi kayu rumah tersebut melapuk hingga akhirnya ambruk pada 2022 lalu.

“Kondisi rumahnya sudah rusak parah. Atapnya bocor, fondasinya lapuk, sampai akhirnya roboh,” ujar Riswan, Jumat (16/1/2026).

Tak ada tempat tinggal lain, keluarga malang itu pun akhirnya menyulap kandang kambing di depan rumah mereka menjadi kamar tidur. “Setengah bangunan untuk kandang kambing, setengahnya lagi tempat tinggal keluarga. Jadi bukan hanya berdekatan, tapi satu atap dengan ternak,” tuturnya.

Kondisi lingkungan yang tak layak membuat kesehatan orang tua Riswan memburuk. Sang ayah meninggal dunia pada Agustus 2025, disusul sang ibu pada September 2025. Riswan dan dua adiknya pun harus bertahan hidup di bangunan yang berbau menyengat tersebut.

Dua setengah tahun tinggal satu atap dengan kandang kambing membuat Riswan sempat pasrah, apalagi bantuan yang diharapkan tak kunjung tiba. “Sejak 2016 ada yang datang survei dan difoto terus, tapi tidak ada realisasi. Saya sampai bosan dan mulai hilang kepercayaan bahwa bantuan itu akan ada,” ucapnya.

Harapan muncul dua bulan lalu saat tim dari komunitas sosial Bagong Mogok dan Polda Jabar datang meninjau. Dalam waktu singkat, bangunan permanen untuk keluarga tersebut rampung berdiri.

“Sempat mengira ini mimpi. Setelah lama menunggu, ternyata bantuan datang dari polisi dan komunitas. Sekarang kami bisa tinggal dengan layak,” tutur Riswan seraya meneteskan air mata haru.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan kondisi keluarga tersebut sangat memprihatinkan. Namun, berkat kerja sama semua pihak, rumah layak huni berhasil dibangun.

“Melalui kerja sama semua pihak, Polda Jabar menyerahkan bantuan rumah untuk keluarga almarhum Wahyu, agar anak-anaknya bisa tinggal nyaman demi masa depan mereka,” ujar Rudi.

Selain rumah, Polda Jabar juga memberikan sepasang hewan ternak untuk menjamin keberlangsungan ekonomi keluarga tersebut. “Semoga bisa beranak-pinak dan menjadi penghasilan utama bagi mereka ke depan,” tambahnya.

Rudi berharap gerakan sosial ini memicu pihak lain untuk melakukan aksi serupa. “Semoga ini menjadi pemicu gerakan sosial, tidak hanya di Cianjur, tapi di seluruh wilayah Jawa Barat,” tuturnya.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menginstruksikan setiap Polres di Jawa Barat untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat tak mampu yang rumahnya rusak parah dan tak layak untuk ditempati.

“Insya Allah, kami punya niatan untuk itu. Setiap Polres membangun rumah untuk masyarakat yang rumahnya tak layak huni,” ucap Rudi.

Menurut dia, dalam proses perbaikan tersebut setiap polres bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), pengusaha, ataupun komunitas sosial.

Dengan begitu, lanjut dia, bisa terbentuk kesadaran bersama dalam membantu sesama yang membutuhkan.

“Bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, dengan semua. Seperti teman-teman organisasi sosial dan perusahaan-perusahaan. Kita akan terus melakukan kegiatan yang baik, seperti membangun rumah tidak layak huni,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur dr Muhammad Wahyu, mengatakan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Cianjur masih sangat banyak. “Angka pastinya harus dicek, yang jelas masih sangat banyak,” kata Wahyu.

Menurut dia, untuk mempercepat penyelesaian rumah tak layak huni, perlu keterlibatan semua pihak.

“Pemkab tentu akan menganggarkan dari APBD, kemudian kami akan cari program dari pusat, dan melibatkan juga dari berhasil pihak. Salah satunya seperti yang dilakukan Polda Jabar serta komunitas sosial di Sukanagara. Dengan keterlibatan semua pihak, Maslaah rutilahu bisa cepat selesai,” pungkasnya.

Instruksikan Setiap Polres Perbaiki Rumah Tak Layak Huni