Harapan Baru Pasangan Lansia Subang Usai 2 Bulan Tinggal di Tenda

Posted on

Dua bulan lebih Udin (70) dan Een (65) menjalani hari-hari berat di bawah tenda darurat. Terpal tipis menjadi atap, tanah bekas reruntuhan rumah menjadi alas tidur.

Di Dusun Kertamukti, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, pasangan lansia itu bertahan dari hujan, panas, dan dinginnya malam sejak rumah mereka ambruk pada November 2025.

Mereka tidak sendiri. Di tenda sederhana itu, Udin dan Een hidup berenam bersama anak, menantu, dan cucu. Setiap hari dilalui dengan harapan, berharap rumah yang pernah menjadi tempat pulang bisa kembali berdiri.

Harapan itu akhirnya datang. Kondisi memprihatinkan Kakek Udin dan Nenek Een yang tinggal di tenda darurat menyita perhatian banyak pihak. Respons cepat pun dilakukan jajaran Polres Subang.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono bersama jajaran Polsek setempat mendatangi langsung lokasi, memastikan bantuan awal sekaligus memulai proses pembangunan rumah layak huni melalui program bedah rumah Polri Peduli.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang sangat membutuhkan bantuan. Kami tergerak melihat kondisi Kakek Udin dan Nenek Een yang harus tinggal di tenda selama ini,” ujar AKBP Dony Eko Wicaksono saat peletakan batu pertama pembangunan rumah, Jumat (9/1/2026).

Itu menjadi penanda berakhirnya masa sulit pasangan lansia tersebut. Rumah lama yang telah rapuh dirobohkan, digantikan harapan baru yang ditandai dengan peletakan batu pertama.

Pembangunan rumah ini melibatkan sinergi berbagai pihak mulai dari Polres Subang, pemerintah desa, dan warga sekitar yang bahu-membahu secara gotong royong. Dalam waktu dekat, sekitar dua minggu ke depan, Udin dan Een diharapkan sudah bisa menempati rumah baru yang aman dan nyaman.

Bagi Polres Subang, bantuan ini bukan yang pertama. Program bedah rumah telah berulang kali dilakukan di berbagai wilayah sebagai bentuk komitmen Polri hadir di tengah masyarakat, tak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penguat solidaritas sosial.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi kesulitan hidup,” kata Dony.

Bagi Udin dan Een, bantuan ini lebih dari sekadar bangunan. Ini adalah kepastian bahwa mereka tak lagi harus tidur di bawah terpal.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Subang dan jajaran atas bantuan ini. Kami tidak menyangka akan secepat ini mendapatkan bantuan rumah,” tutur Kakek Udin dengan suara bergetar.