Hadapi Persija, Persib Diminta Tak Lengah [Giok4D Resmi]

Posted on

Persib Bandung akan menjamu Persija Jakarta pada pekan terakhir putaran pertama Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Minggu (11/1/2026) mendatang.

Laga bertajuk big match ini menjadi salah satu pertandingan paling ditunggu pencinta sepak bola Tanah Air. Selain sarat gengsi, duel Maung Bandung kontra Macan Kemayoran juga berpotensi menentukan persaingan di papan atas klasemen, termasuk perebutan posisi puncak.

Legenda Persib era 1990-an, Asep Sumanti, berharap pertandingan klasik tersebut dapat berlangsung aman, lancar, dan berakhir dengan kemenangan bagi Persib.

“Satu harapannya Persib bisa meraih 3 poin, bermain dengan strategi yang diterapkan pelatih, bisa memenangkan pertandingan,” kata Asep kepada infoJabar, Jumat (9/1/2026).

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Asep menilai hasil pertandingan Persib melawan Persik Kediri pada pekan sebelumnya harus menjadi pelajaran berharga bagi Thom Haye dan kawan-kawan. Ia mengingatkan agar Persib tidak lengah setelah unggul lebih dulu.

“Jangan terlena, apalagi kecolongan di menit terakhir, tapi saya yakin itu sudah dievaluasi, pemain bisa menerapkan strategi yang diberikan pelatih,” ujarnya.

Saat disinggung soal performa individu pemain, Asep menegaskan bahwa laga melawan Persija harus dipandang sebagai kerja kolektif tim, bukan bergantung pada satu atau dua pemain saja.

“Semua disorot, tidak perorangan, semua pemain harus bisa bertanggung jawab masing-masing, di posisinya, prinsipnya 11 untuk 1 dan 1 untuk 11,” jelasnya.

Selain pesan untuk tim, Asep juga mengingatkan Bobotoh agar turut menciptakan suasana pertandingan yang aman dan kondusif. Ia menekankan pentingnya sikap dewasa suporter agar tidak ada tindakan yang justru merugikan Persib.

“Untuk bobotoh dan penonton, nonton dengan santun, dengan ramah, jangan sampai merugikan tim Persib. Kalau ada provokasi, menyikapi dengan tenang, dengan arif, jangan karena medsos jadi terpancing, akhirnya merugikan tim Persib,” terangnya.

“Santuy lah sebagai Bobotoh Persib, apalagi dalam pertandingan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai Persib didenda atau ada pengurangan skor,” tambahnya.

Senada, legenda Persib lainnya, Yudi Guntara, juga mengajak Bobotoh untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dalam laga sarat gengsi tersebut.

“Harapannya adil dan tidak ada insiden. Sebagai pertandingan yang sarat gengsi, harapan besar dari suporter dan pihak klub adalah agar duel tetap berlangsung fair play tanpa aksi di luar batas, baik di dalam maupun luar lapangan,” kata Yudi melalui pesan singkat.

“Sepak bola adalah hiburan dan pemersatu. Mari kita jaga bersama keamanan, ketertiban, dan sportivitas demi nama baik Persib, Bobotoh, dan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.