Bandung –
H-7 Lebaran, para pemudik mulai melintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/3/2026). Sebanyak 16.000 kendaraan tercatat melintas menuju arah Garut dan Tasikmalaya.
Pantauan di lokasi, arus lalu lintas masih ramai lancar dan belum terjadi kepadatan. Beberapa kendaraan dengan pelat luar Bandung Raya mulai melintas dengan barang bawaan tambahan.
Cuaca di lokasi saat ini diguyur hujan ringan. Sejumlah pengendara roda dua pun mulai mengenakan jas hujan untuk melanjutkan perjalanan.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 16.000 kendaraan telah melintas ke arah Tasikmalaya dan Garut. Data tersebut direkap petugas sejak pukul 00.00 WIB hingga 15.00 WIB.
“Dapat kami informasikan bahwa per hari ini kita melihat data sampai dengan pukul 15.00 WIB. Ini yang mengarah ke arah Garut dan Tasikmalaya ini lebih kurang 16.000 kendaraan,” ujar Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono saat ditemui di Pos Terpadu Nagreg.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 9.000 kendaraan. Menurutnya, arus mudik sudah mulai terlihat di jalur tersebut.
“Jadi sudah ada peningkatannya. Kalau kemarin itu sekitar 9.000 kendaraan, hari ini 16.000 kendaraan,” katanya.
Aldi menyebutkan pemudik dengan kendaraan roda empat beserta barang bawaannya sudah mulai melintas. Pemudik roda dua pun mulai terlihat dan sempat beristirahat di Pos Terpadu.
“Artinya sudah ada mulai peningkatan kendaraan yang mengarah ke arah Garut dibandingkan dengan kemarin. Namun kantoran mudik memang sudah mulai terlihat ya, ada sedikit masyarakat yang sudah mulai menggunakan roda dua. Tadi sudah sebagian juga mampir di lokasi ini untuk istirahat, ini sudah mulai terlihat,” jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat supaya tetap berhati-hati saat melintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung. Pasalnya, kawasan tersebut kerap diguyur hujan dengan intensitas ringan.
“Tadi saya melintas di daerah Cileunyi ke sini (Nagreg) itu sudah hujan deras. Sehingga kami juga memberikan informasi kepada masyarakat agar berhati-hati karena rawan pohon tumbang dan rawan kecelakaan, apalagi di turunan. Ini rawan terjadi sehingga kami berharap masyarakat berhati-hati,” pungkasnya.







