Bandung –
Masjid Makan-makan Bandung rutin berbagi makanan gratis setiap hari. Namun, khusus saat Ramadan, program ini bertransformasi menjadi aksi berkeliling ke berbagai masjid di wilayah Bandung guna memakmurkan masjid dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Masjid Makan-makan awalnya hadir dengan misi menjadikan masjid sebagai pusat manfaat dan solusi bagi umat. Fadhli Hamidi selaku penggerak Masjid Makan-makan mengungkapkan harapannya agar masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga pemberi solusi bagi masyarakat sekitar.
“Masjid makan-makan itu adalah pergerakan yang tujuan dan harapannya menjadikan masjid itu bisa memberikan tempat manfaat menjadi solusi buat umat” ungkap Fadhli kepada, belum lama ini.
Fadhli menyebut kehadiran Masjid Makan-makan merupakan langkah untuk mengajak seorang Muslim kembali menaruh harapan di masjid.
“Kami melihat tidak semua orang dalam segi kebutuhan ekonomi tercukupi setiap harinya. Bahkan kalau seandainya seorang muslim sudah tidak ada jalan keluar, mereka harus minta-minta di jalan. Padahal ada tempat mereka bisa kembali, tempat mereka berharap, tempat mereka menemukan harapan itu sebetulnya munculnya dari masjid” tambahnya.
Program Masjid Makan-makan lahir pada Juni 2024 yang awalnya berlokasi di Masjid Baitul Huda. Memasuki bulan ke-20, program ini telah menyediakan sekitar 400 porsi makan siang setiap harinya.
“Alhamdulillah sekarang yang merasakan manfaat salat berjamaah di masjid itu setiap zuhur untuk makan siang kurang lebih sekitar 400 jamaah, kami sediakan 400 porsi setiap hari” jelas Fadhli.
Memasuki bulan suci Ramadan, pihak pengelola kini menghadirkan Mobil Makan-makan sebagai armada keliling untuk mendistribusikan makanan. Kehadiran mobil ini menjadi sarana penyalur bantuan atas kegelisahan banyak umat.
Mobil makan-makan. Foto: Fauzan Muhammad/ |
“Hadirnya mobil makan-makan itu adalah wasilah kegelisahan banyak umat sekitar masjid tempat yang lain. Ternyata banyak yang memberikan informasi bahwasanya tempat-tempat lain itu banyak masjid yang kekurangan manfaat, masih banyak di sekitarnya kelaparan” ujar Fadhli.
Banyaknya permintaan dari berbagai kawasan menjadi salah satu dorongan utama terciptanya Mobil Makan-makan.
Selama Ramadan, program keliling ini menyasar lokasi yang berpindah-pindah setiap hari. Hingga saat ini, mobil tersebut telah beroperasi mengangkut makanan selama kurang lebih 32 hari.
Menu yang disajikan silih berganti setiap hari. Makanan yang disiapkan merupakan hasil dari pemberdayaan masyarakat, khususnya mereka yang tidak memiliki pekerjaan namun mempunyai keterampilan memasak.
“Untuk makanan yang disediakan, kita membersamai ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan untuk kemudian memasak di tempatnya masing-masing” tutur Fadhli.
Semua biaya yang dikeluarkan untuk aksi berbagi ini murni berasal dari kebaikan masyarakat.
“Indonesia itu tidak kekurangan orang baik, jadi makanan yang kami hidangkan setiap hari itu benar-benar pure atas wasilah kebaikan orang lain dan tidak tahu orangnya dari mana tapi kebaikannya nyata hadirnya. Ada dalam bentuk offline mereka mengirimkan makanan langsung, mengirimkan sembako dan dalam bentuk online mereka mengirimkan dalam bentuk transferan dan lain sebagainya” tambah Fadhli.
Informasi mengenai jadwal kunjungan Masjid Makan-makan tersedia pada akun media sosial @masjidmakanmakan.id. Masyarakat yang ingin berdonasi juga dapat menghubungi profil media sosial tersebut.








