Subang –
Luapan sungai Cipunagara masih terjadi hingga Jumat (30/01/2025) malam. Luapan ini menyebabkan banjir di Kecamatan Pamanukan makin meluas, bahkan jalan raya pun terendam. Akses utama menuju Pamanukan lumpuh setelah terendam banjir setinggi 70 centimeter.
Ribuan rumah kini terendam dan jumlahnya terus bertambah. Ribuan jiwa pun terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat karena air banjir ke pemukiman semakin parah. Hingga Jumat malam, warga masih terus mengungsikan diri ke lokasi yang lebih aman.
“Iya mau mengungsi ini, terjebak di sana. Mau ke depan,” ujar Ahmad sambil basah kuyup setengah badannya.
Untuk alasan keamanan, pihak PLN mematikan aliran listrik untuk menghindari bahaya sengatan listrik. Kondisi pemukiman gelap gulita, hanya ada cahaya ponsel warga yang masih bertahan.
Dari lokasi pengungsian, terlihat sekitar 3 ribu jiwa mengungsi di kolong jembatan Jalur Pantura Pamanukan. Mereka berdesakkan di tengah kegelapan total.
Udara dingin, kerasnya beton di bawah jembatan, serta kurangnya pasokan makanan membuat pengungsi semakin pilu. Mereka hanya bisa menanti air surut tanpa dapat berbuat banyak.
“Iya di sini saja (kolong jembatan) karena dekat dari rumah,” ujar Rasrini sambil menggendong bayi di kolong jembatan.
Ia enggan mengungsi ke tempat lebih jauh meskipun anak yang masih kecil itu merasakan dinginnya malam di luar.
Pihak kepolisian hanya fokus berjaga di lokasi pengungsian guna memastikan keamanan warga.
“Ada sekitar 3 ribu jiwa mengungsi di flyover. Warga belum bisa mengungsi ke tempat pengungsian yang kami siapkan. Kami berharap besok warga bersedia pindah ke lokasi pengungsian yang telah kami siapkan, yang kondisinya lebih layak,” ucap Kompol Asep Rahman, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Subang.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
