Galian Kabel Bikin Jalan Gatsu Nyars Lumpuh, Pengendara Mengeluh

Posted on

Bandung

Raut wajah kesal tak bisa disembunyikan Doni saat motornya merayap pelan di tengah padatnya arus lalu lintas Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Bandung.

Jumat (13/2/2026) siang, pria 28 tahun tersebut hanya bisa menghela napas panjang, terjebak di antrean kendaraan yang nyaris tak bergerak akibat proyek galian kabel di sepanjang ruas jalan tersebut.

Proyek infrastruktur itu tampak mengular di beberapa titik. Lubang galian berukuran cukup besar memakan badan jalan, membuat ruang gerak kendaraan menyempit drastis.

Ruas yang biasanya dapat dilintasi dua lajur kini hanya menyisakan satu lajur, memaksa kendaraan bergantian melintas dan memperlambat arus secara signifikan.

Kemacetan semakin menjadi ketika kendaraan keluar masuk area pertokoan, pusat perbelanjaan, restoran, hingga pengendara yang memutar arah di u-turn sekitar lokasi proyek. Titik-titik pertemuan arus itu menciptakan simpul kepadatan baru di tengah jalan yang sudah menyempit.

“Mumet banget, bikin macet jalan ini proyek,” kata Doni kepada, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, kemacetan yang terjadi seharusnya masih bisa diminimalisir jika ada petugas yang mengatur lalu lintas, terutama di sekitar titik galian dan putaran balik kendaraan.

“Gak ada yang ngatur, terus pengendaranya gak sabaran, jadi makin macet,” ujarnya.

“Kalau ada yang ngatur mungkin gak akan separah ini macetnya,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari Ami, pengendara lain yang juga terjebak kepadatan di ruas jalan tersebut. Ia mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya hanya untuk menempuh jarak yang relatif dekat.

“Hampir 20 menit dari Laswi ke sini (Persimpangan Lampu Merah Ibrahim Adjie). Macetnya parah banget,” ujarnya.

Sama seperti Doni, Ami menilai ketiadaan petugas lalu lintas di sekitar proyek menjadi salah satu penyebab kemacetan kian tak terkendali.

“Gak ada yang atur, jadi macetnya parah banget,” ujarnya.

Ia pun berharap Pemerintah Kota Bandung tidak lepas tangan dan terus memantau jalannya proyek, termasuk dampaknya terhadap lalu lintas harian warga.

“Pemkot kan ada Satpol PP atau Dishub? Bisa kali dijaga galian nya, soalnya banyak yang gak sabaran, apalagi motor,” pungkasnya.