Bandung –
Pemkot Bandung berencana membangun rumah susun sederhana milik (Rusunami) di Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong. Rusunami itu ditargetkan memiliki 1.000 unit hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rencananya, rusunami Sadang Serang akan dibangun di atas lahan seluas 3.456 meter persegi. Lahannya sendiri merupakan lapangan sepakbola yang selama ini kerap digunakan sebagai lahan parkir mobil.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rusunami disiapkan untuk mengganti konser rusun-rusun sebelumnya. Sebab ia menyadari, rumah susun yang selama ini dibangun kerap menimbulkan konflik masyarakat di lapangan.
“Kan selama ini yang kita bangun itu rusunawa dengan relokasi. Itu biasanya menimbulkan bentrokan, karena apa yang dilakukan adalah warganya dikeluarkan dulu, dibangun sesuatu di atasnya. Nah itu tuh yang menimbulkan masalah,” kata Farhan, Jumat (13/2/2026).
“Masalah yang di Tamansari itu masih belum selesai. Kualitas bangunannya belum cukup baik dan lain-lain. Kalau ini kan berbeda.
Konsepnya di sini adalah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” tambahnya.
Nantinya kata Farhan, masyarakat bisa mencicil rusunami dengan harga Rp 1-1,5 juta per bulan. Sehingga, masyarakat kelas pekerja tidak perlu lagi mengontrak untuk mendapat hunian pribadi.
“Rumah berkisar nilai 1 sampai 1,5 juta selama 30 tahun. Jadi ini untuk kelas menengah, bukan untuk desil 5 ke bawah.
Ini untuk desil 6 ke atas,” ungkapnya.
Ia juga memastikan, rencana proyek rusunami itu sudah sesuai dengan detail tata ruang. Dua pekan lagi, konsep awal bakal dimatangkan bersama dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
“Ini lahan yang memang sudah sesuai dengan peruntukan dan juga tata ruang. Memang untuk pemukiman dan mixed use, sudah dari awal tadinya mau dibikin untuk rusun.
Cuman kita kan lagi mencari konsep. Nah begitu ketemu sama Pak Menteri, dari minggu lalu Pak Menteri langsung dorong,” pungkasnya.
“







