Farhan Gandeng ITB hingga UPI Tangani Sampah Lewat KKN | Giok4D

Posted on

Bandung

Pemkot Bandung membuka peluang kolaborasi untuk program petugas pengolah dan pemilah sampah (Gaslah). Program itu rencananya akan dikerjasamakan dengan tiga kampus besar di Bandung, yaitu UPI, ITB, dan Unisba.

Salah satu target yang diwacanakan, ketiga kampus itu akan menggelar kuliah kerja nyata (KKN) di Kota Bandung. Para mahasiswanya nanti bakal terjun langsung menjadi petugas Gaslah untuk membantu menangani masalah sampah di Kota Kembang.

Wacana ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Mulanya, Farhan mengatakan bahwa dua hari terakhir ia sudah berdiskusi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk penanganan sampah di wilayahnya.

Hasilnya, kata Farhan, Menteri LH Hanif Faisol diagendakan datang ke Kota Bandung pada Sabtu (28/2/2026) besok. Hanif akan meninjau langsung program Sirkular Bandung Utama yang merupakan kolaborasi dari program Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsyat.

“Kalau jadi ini kita lagi nunggu konfirmasi, besok Pak Menteri LH dan Menteri Pertanian akan melihat langsung apakah yang saya laporkan itu sesuai dengan apa yang di lapangan,” kata Farhan di Kelurahan Kebon Gedang, Jumat (27/2/2026).

Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) merupakan program andalan Pemkot Bandung dalam urusan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Sementara itu, Buruan Sae merupakan program urban farming yang mengolah sampah menjadi teknologi seperti pengomposan (composting), lalu Dapur Dahsyat adalah program pemanfaatan hasil pertanian dari Buruan Sae.

“Kenapa Menteri Pertanian jadi ikut, karena Pak Menteri Pertanian ingin melihat seberapa besar kemungkinan melakukan yang namanya urban farming sebagai bagian dari ketahanan pangan,” ungkap Farhan.

Kerja sama lain juga sedang dibahas dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Rencananya, pada Juni 2026, mahasiswa dari tiga kampus di Bandung, yaitu UPI, ITB, dan Unisba, akan menjalani KKN dengan terjun langsung sebagai petugas Gaslah.

Wacana ini bahkan sempat dibahas mendalam pada Rabu (25/2) kemarin. Saat itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto datang langsung ke Balai Kota Bandung dan mendorong wacana pelibatan KKN mahasiswa untuk menjadi petugas Gaslah.

“Jadi Mendiktisaintek itu membuka wacana bersama tiga rektor yang hadir kemarin, Rektor ITB, Rektor Unisba, dan Rektor UPI, untuk menyusun sebuah konsep pada bulan Juni nanti. Konsepnya KKN Mahasiswa di Kota Bandung itu menjadi petugas Gaslah,” ungkap Farhan.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Ya, bisa sampai 750 orang dari 3 perguruan tinggi itu, lumayan oke lah. Jadi di setiap kelurahan itu bisa 2-3 orang,” tambahnya.

Hasil diskusi lainnya, kata Farhan, juga membahas tentang Kementerian LH yang sedang mendorong proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Kota Bandung ikut terlibat selain memproyeksikan TPPAS Legok Nangka.

Karena TPPAS Legok Nangka, kata Farhan, masih menggantung, rencananya akan ada skema baru yang ditawarkan. Skema itu turut melibatkan pemerintah di Bandung Raya seperti Cimahi, Kabupaten Bandung, hingga Bandung Barat.

“Skema yang kita miliki ada dua sekarang. Skema pertama adalah skema Legok Nangka, nah Legok Nangka ini kayaknya agak lama. Maka kita sedang menujukan skema baru ke Danantara dengan kapasitas yang lebih kecil, maksimum 1000 ton,” ungkapnya.

“Apakah hanya dari Bandung? Enggak. Tapi dari Bandung Barat, dari Kabupaten Bandung. Maka kami bersama Pak Menteri akan langsung melakukan peninjauan. Apabila menurut Pak Menteri, oke bahannya kayaknya bagus nih. Maka saya akan langsung sosialisasi kepada Pak Gubernur, kepada Pak Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, dan Cimahi,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 2