Farhan Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas Kota Bandung

Posted on

Situasi Kota Bandung yang belakangan diwarnai dinamika sosial dan unjuk rasa yang berujung kericuhan, mendorong Wali Kota Bandung M. Farhan mengumpulkan para tokoh masyarakat lintas sektor.

Pertemuan yang digelar di Masjid Istiqamah Jalan Citarum, Minggu (31/8/2025) sore ini menghadirkan unsur pemerintahan, pimpinan DPRD, Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, aktivis, hingga perwakilan ormas agama.

Farhan menegaskan, forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan pandangan sekaligus memperkuat komitmen menjaga Bandung tetap kondusif.

“Memang telah bertemu semuanya, mulai dari pemerintahan, DPRD, para aktivis, serta para ulama. Tujuan utamanya adalah menunjukkan bahwa kita, yang merupakan bagian dan representasi warga Bandung, memiliki keyakinan yang sama,” ujarnya.

Menurut Farhan, kebebasan berpendapat adalah hak seluruh rakyat dan dijamin oleh undang-undang. Namun, ia menekankan bahwa kebebasan tersebut tidak boleh dibarengi dengan tindak anarkis. Dia menegaskan, Bandung menolak keras segala tindak anarkisme.

“Tapi kami juga menyatakan kami semua di sini anti anarkis. Tidak ada tempat bagi anarkisme di Kota Bandung. Untuk itu kami sangat mengharapkan ketegasan dari aparat keamanan dan juga dari negara,” ungkapnya.

“Tapi bukan berarti kita menggunakan senjata, tidak. Kami akan menjaga di setiap wilayah 30 kecamatan, 151 kelurahan, dan 1.937 RW lewat kolaborasi bersama-sama,” sambungnya.

Farhan juga menyoroti pentingnya peran DPRD sebagai saluran aspirasi masyarakat. Ia menegaskan, kehadiran DPRD Kota Bandung dalam pertemuan itu menunjukkan keseriusan lembaga legislatif untuk hadir di tengah warga.

“Sebagai wakil rakyat, tentu mereka menjadi pihak yang paling tepat untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Aspirasi tentang keresahan akibat ketidakadilan, beban ekonomi yang semakin berat, hingga persoalan kebutuhan pokok. Semua itu harus disampaikan dan diperjuangkan,” kata Farhan.

Karenanya, Farhan mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan Kota Bandung.

“Hari ini kami mengajak seluruh pihak agar bersama-sama menjaga kondusifitas di Kota Bandung, tempat kita tinggal bersama. Negara memiliki kewajiban untuk menghadirkan rasa aman, dan kita wajib untuk memelihara rasa aman tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Bandung, KH. Miftah Farid mengingatkan pentingnya kesabaran, introspeksi, dan pengendalian diri dalam menghadapi situasi sulit. Dia yakin, warga Kota Bandung bisa bersama-sama menjaga ketertiban di tengah situasi saat ini.

“Insyaallah, bersama-sama kita bisa menciptakan Bandung yang kondusif meski dalam situasi yang penuh tantangan. Yang pertama, kita harus sadar akan kekurangan diri sebagai awal untuk melakukan perbaikan,” terangnya.

“Yang kedua, kita harus membiasakan diri, masyarakat, dan semua pihak untuk bersabar serta berikhtiar. Yang ketiga, penting bagi kita untuk mampu menjaga emosi dan menahan kemarahan, karena marah tidak pernah menyelesaikan masalah, justru menambah masalah,” lanjutnya.

Miftah juga mengajak umat Islam untuk memperkuat spiritualitas melalui doa dan ibadah demi satu tujuan yang sama yakni menegakkan keadilan dan demokrasi dengan cara-cara yang terpuji.

“Berdoalah agar negara kita menjadi negara yang aman, makmur, sejahtera, dan adil dalam segala hal. Semoga upaya ini memperkuat kebersamaan kita dalam merawat Bandung, kota yang kita cintai bersama, demi tegaknya demokrasi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *