Eksodus Diaspora ke Super League, Bojan Hodak: Kualitas Liga Meningkat

Posted on

Bandung

Gelombang kepulangan pemain diaspora Indonesia ke kompetisi domestik mendapat sorotan positif dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Fenomena bergabungnya para pemain keturunan ke klub-klub Super League berdampak langsung pada peningkatan kualitas sepak bola nasional.

Di Persib sendiri, kontribusi pemain diaspora mulai terasa sejak awal musim 2025/26. Nama-nama seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders direkrut sejak awal kompetisi, disusul Dion Markx yang datang pada paruh musim.

Sementara di klub lain, Super League kini juga dihiasi pemain diaspora seperti Jordi Amat, Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra di Persija Jakarta, Jans Raven memperkuat Bali United hingga Rafael Struick dan Ivar Jenner yang bergabung dengan Dewa United.

Bojan menegaskan, kehadiran para pemain tersebut merupakan bagian dari regulasi yang sah dan sejalan dengan arah pengembangan sepak bola Indonesia.

“Pemain naturalisasi dipilih oleh PSSI karena mereka punya darah dan garis keturunan yang normalnya membuat mereka bisa bermain untuk Indonesia,” ujar Bojan, Jumat (6/2/2026).

Pelatih asal Kroasia itu menilai, keberadaan pemain diaspora bukan sekadar formalitas status, tetapi membawa dampak teknis yang nyata di lapangan. “Ini sesuai dengan hukum dan mereka juga bisa memberikan kemajuan untuk sepakbola Indonesia,” katanya.

Bojan juga menyinggung realitas bahwa sebagian pemain diaspora memang tidak lagi memiliki kontrak di Eropa, namun justru hal itu menjadi peluang bagi klub-klub Indonesia untuk meningkatkan level kompetisi.

“Beberapa dari mereka tidak memiliki kontrak di Eropa dan kami merekrutnya. Mereka juga bisa meningkatkan level sepakbola di sini,” katanya.

Ia kemudian mencontohkan perubahan signifikan yang dialami Persib di level Asia. Jika musim lalu Maung Bandung hanya menjadi penggembira dan tak bisa bicara banyak di ajang AFC Champions League Two(ACL 2), kini situasinya berbanding terbalik.

Persib musim ini berhasil memuncaki klasemen di babak penyisihan grup dan melaju ke 16 besar.

“Saya bisa beri anda contohnya, musim lalu di AFC kami berada di dasar klasemen, sekarang kami ada di puncak klasemen. Jadi tentu pemain naturalisasi memberikan dampak positif,” tegas Bojan.

Di sisi lain, kualitas individu para pemain diaspora menurut Bojan juga turut mengangkat standar permainan di Super League secara keseluruhan. Dia menyebut semakin banyaknya pemain diaspora yang berkarier di dalam negeri, menjadikan kompetisi lebih kompetitif dan menarik.

Dan sekarang kualitas juga jadi lebih baik. Jadi saya rasa pemain naturalisasi meningkatkan kualitas di liga ini,” pungkasnya.