Bandung –
Kehadiran Layvin Kurzawa di Persib Bandung bukan sekadar menambah nama besar dalam daftar pemain. Sejak resmi bergabung pada paruh musim 2025/26, eks pemain Paris Saint-Germain itu langsung memunculkan efek domino di tubuh Maung Bandung.
Kurzawa datang dengan reputasi dan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa. Namun, yang paling terasa menurut pelatih Persib Bojan Hodak adalah dampak kesehariannya bersama tim. Bukan hanya soal kemampuan teknis, melainkan bagaimana kehadirannya ikut mengangkat standar latihan secara keseluruhan.
“Kurzawa menawarkan peningkatkan kualitas di latihan, jadi dengan begitu kualitas latihan secara keseluruhan menjadi lebih baik.” ujar Bojan, Kamis (5/2/2026).
Meningkatnya kualitas latihan itu, lanjut Bojan, otomatis membuat sesi latihan Persib berjalan lebih ketat dan kompetitif. Setiap pemain dipaksa menaikkan levelnya agar bisa mengimbangi standar yang ada, sesuatu yang pada akhirnya berpengaruh langsung terhadap performa saat pertandingan.
“Jadi sekarang sesi latihan kami menjadi lebih ketat dan ketika agenda latihan dilakukan seperti itu, maka pemain akan lebih baik dalam pertandingan,” ungkapnya.
Tak hanya di lapangan, aura positif Kurzawa juga terasa kuat di ruang ganti. Sosoknya membawa energi dan semangat baru yang menular ke pemain lain, terutama dalam membangun kepercayaan diri tim.
“Dia memberikan spirit yang bagus di ruang ganti, jadi ini yang menurut saya bisa memberi kepercayaan diri lebih bagi pemain,” kata juru taktik asal Kroasia ini.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Menariknya, dampak kehadiran Kurzawa tak berhenti pada aspek teknis. Bojan juga menilai rekrutan ini membawa keuntungan besar dari sisi promosi klub dan citra kompetisi secara keseluruhan.
“Sejauh ini, perekrutannya juga berdampak bagus untuk promosi klub dan juga untuk liga, bagi ruang ganti juga berdampak positif. Saat ini kita hanya perlu menanti dia siap untuk berada di dalam lapangan,” terangnya.
Meski demikian, Bojan menegaskan bahwa dirinya memilih bersikap realistis dan berhati-hati dalam menangani kondisi fisik Kurzawa. Maklum, sang pemain sempat lama menepi sehingga proses adaptasi harus dilakukan secara bertahap agar tidak berujung cedera.
“Dan satu-satunya hal adalah kami harus sabar terhadap Kurzawa karena lama menepi. Jadi jika saya langsung menekannya, dia bisa cedera dan kami tidak mau itu terjadi,” jelas Bojan.
“
