Garut –
Pemerintah Kabupaten Garut berencana menerapkan sistem tiket digital di kawasan wisata pantai selatan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan praktik pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga. Menurut Beni, wacana tersebut saat ini tengah dimatangkan dalam pembahasan internal.
“Sedang kita evaluasi untuk penerapan sistem e-ticketing di wilayah wisata pantai,” kata Beni kepada wartawan di Garut, Jumat (13/2/2026).
Sejauh ini, Pemkab Garut sendiri, kata Beni, telah menerapkan sistem e-ticketing di objek wisata Situ Bagendit dan Situ Cangkuang. Rencananya, sistem serupa akan diuji coba di Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang pada momen libur Lebaran 2026.
Selain untuk mempersempit ruang gerak praktik pungutan liar yang dilakukan para oknum, penerapan e-ticketing juga bertujuan mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
“Program ini sudah lebih dulu berjalan di kawasan wisata Bagendit dan Situ Cangkuang,” ungkap Beni.
Marak Pungli Di Pantai Selatan
Praktik pungutan liar di kawasan wisata pantai selatan Garut, khususnya di Pantai Santolo, memang kerap dikeluhkan. Pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lalu, setidaknya ada dua insiden pungli di Santolo yang menjadi sorotan publik.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Kejadian pertama menimpa seorang perempuan yang dianiaya oleh oknum setempat. Hal itu dipicu lantaran korban mempersoalkan pemungutan uang yang dilakukan di portal penjagaan Pantai Santolo.
Padahal, saat itu Pemkab Garut telah menggratiskan tiket masuk bagi wisatawan. Sang ibu berinisial RA tersebut mengalami luka lebam akibat dianiaya dalam kejadian yang berlangsung pada Minggu (28/12/2025).
Kemudian, muncul keluhan seorang wisatawan di media sosial yang mengaku dipalak penjaga portal dengan nominal yang cukup besar, yakni Rp30 ribu per motor.
Hal tersebut diungkapkan seorang pengguna TikTok dengan nama akun @chacha_motor dalam unggahannya beberapa waktu lalu.
“Saya di pinta 30 k satu motor tapi temen yg di belakang di pinta 35 k padahal sama sama boncengan,” katanya menceritakan kejadian tidak mengenakkan saat dirinya berkunjung ke Pantai Santolo pada Sabtu (27/12/2025).
Terakhir, puncaknya adalah penganiayaan yang dialami seorang konten kreator bernama Ferisa oleh seorang pria pada Selasa (27/1/2026) lalu. Penganiayaan tersebut diduga dipicu oleh unggahan Ferisa di Facebook yang menyoroti maraknya pungli di Pantai Santolo.
“







