Tasikmalaya –
WR (41) mendatangi Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kondisi syok berat. Ibu muda asal Padakembang ini tampak linglung saat melaporkan kejadian memilukan yang baru saja dialaminya.
Dia berbicara di hadapan petugas dalam keadaan panik. Roman wajahnya campur aduk antara takut, sedih, dan khawatir yang mendalam.
Usut punya usut, WR baru saja kehilangan buah hatinya. Bayi laki-laki berusia dua bulan diculik tepat dari depan matanya sendiri.
“Pak Polisi tolong saya, bayi saya diculik, diculik depan saya,” kata WR pada petugas.
Aksi penculikan tersebut terjadi di dekat Masjid Agung Singaparna, tak jauh dari kawasan Alun-alun dan Terminal Singaparna. Pelakunya adalah seorang pria yang dikenal WR melalui media sosial.
WR menceritakan awal kejadian tersebut kepada pada Jumat (6/2) petang di Mapolres Tasikmalaya. Dia mengaku sama sekali tidak menaruh curiga bahwa bayinya akan dibawa lari oleh pelaku.
Awalnya, pelaku menyuruh agar bayi tersebut diletakkan di lantai teras masjid. Tak berselang lama, bayi itu langsung digendong oleh pelaku.
Saat diminta kembali, pelaku justru mengancam korban akan melempar bayinya ke aspal jalanan.
“Jadi saya itu gak curiga dia mau nyoba meluk, malahan dia nyuruh kelantaikan aja kasihan. Pas dilantai taunya dia pangku dan langsung mau minta bayi kesaya. Saya bawa yah, kata saya jangan jangan. Dia malah ancam akan lempar bayi ketanah ke aspal,” kata WR.
WR kemudian semakin kaget karena pelaku langsung melarikan diri. Pria tersebut bergegas mengejar bus yang hendak berangkat dari sekitar lokasi kejadian.
Korban mengaku enggan berteriak saat itu karena merasa sangat ketakutan anaknya benar-benar akan dilempar oleh pelaku, mengingat usia korban yang masih sangat kecil.
“Saya seolah tersandra teriak takut anak saya dilempar. Gak teriak gimana,” kata WR.
WR mengaku sebelumnya telah membuat janji bertemu dengan terduga pelaku di area masjid tersebut. Berdasarkan pengakuannya, ia mengenal pelaku melalui media sosial dan sebelumnya pelaku sudah beberapa kali datang bertamu ke rumahnya.
“Saya kenal lewat media sosial, dia juga sudah beberapa kali bertemu,” ujar WR.
Setelah kejadian, WR bersama keluarganya sempat berusaha mencari keberadaan bayi tersebut di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu ke Polres Tasikmalaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, IPDA Agus Yusup Suryana, membenarkan adanya laporan dugaan penculikan bayi di wilayah Singaparna tersebut.
“Betul, kami menerima laporan dugaan penculikan terhadap bayi berusia dua bulan. Pelapor adalah ibu kandung korban, warga Kecamatan Padakembang,” ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif dan telah membentuk tim khusus untuk mengejar serta mengidentifikasi pelaku.
“Kami sudah membentuk tim untuk melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar bayi bisa segera ditemukan,” tambahnya.
“
