Doa Buka Puasa Ramadhan Dibaca Sebelum atau Sesudah Berbuka?

Posted on

Bandung

Bulan Ramadhan identik dengan berbagai ibadah penuh keutamaan, salah satunya adalah berpuasa. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, puasa juga menjadi momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa. Salah satu waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa adalah saat berbuka puasa. Namun, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya waktu yang tepat membaca doa buka puasa Ramadhan: sebelum atau setelah membatalkan puasa?

Pertanyaan ini wajar muncul karena di tengah masyarakat berkembang kebiasaan yang beragam. Ada yang membaca doa tepat sebelum menyantap makanan, ada pula yang melafalkannya setelah minum atau makan pertama. Untuk menjawab hal tersebut, penting memahami dalil, makna doa, serta pandangan para ulama terkait waktu membaca doa berbuka puasa.

Keutamaan Doa Saat Berbuka Puasa

Orang yang berpuasa memiliki keistimewaan tersendiri di sisi Allah SWT. Bahkan, doa mereka termasuk doa yang tidak tertolak, khususnya ketika berbuka puasa. Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

“Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa waktu berbuka merupakan momentum mustajab untuk memanjatkan doa. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkannya dengan khusyuk, baik untuk memohon ampunan, keberkahan, maupun hajat lainnya.

Doa Buka Puasa Ramadhan

Dalam praktiknya, terdapat beberapa lafaz doa yang biasa dibaca saat berbuka puasa. Ada doa yang bersumber dari hadits shahih dan ada pula yang populer di masyarakat meski statusnya lemah secara sanad.

Doa Buka Puasa Sesuai Sunah

Doa berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW diriwayatkan dalam beberapa kitab hadits. Mengutip buku Doa-Doa Mustajaban karya Abu Qablina, berikut lafaz doa buka puasa sesuai sunnah:

ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Arab Latin:

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya:

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan semoga pahala tetap ditetapkan, jika Allah menghendaki.”

Doa ini dinilai paling kuat karena memiliki dasar hadits yang jelas serta mencerminkan kondisi seseorang setelah berbuka puasa.

Doa Buka Puasa yang Populer di Masyarakat

Selain doa di atas, masyarakat Indonesia juga akrab dengan doa berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin:

Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin.

Artinya:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”

Meski sering dibaca, lafaz ini tidak ditemukan dalam kitab hadits yang kuat sehingga dinilai dhaif. Al-Mulla Ali Al-Qaari dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih menjelaskan bahwa tambahan lafaz “wabika aamantu” tidak memiliki dasar riwayat, meskipun maknanya tetap benar secara akidah.

Ada pula doa gabungan yang mencakup kedua lafaz, yang sering diamalkan oleh sebagian umat Islam, meski tetap perlu dipahami bahwa bagian yang bersumber dari sunnah lebih diutamakan.

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Lantas, kapan waktu paling tepat membaca doa buka puasa Ramadhan?

Melansir keterangan dari Kementerian Agama RI, doa berbuka puasa dianjurkan dibaca setelah membatalkan puasa, yakni setelah makan atau minum pertama. Hal ini ditinjau dari makna doa sunnah yang menggunakan kata “telah”, seperti “telah hilang dahaga” dan “telah basah kerongkongan”, yang secara logis terjadi setelah berbuka.

Pendapat ini juga sejalan dengan pandangan ulama Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, yang menyebutkan bahwa salah satu sunnah puasa adalah:

الدعاء عقب الفطر

Berdoa setelah berbuka.

Meski demikian, membaca doa sebelum berbuka tidaklah dilarang. Kebiasaan tersebut tetap dibolehkan, terutama jika diniatkan untuk berdoa di waktu mustajab. Namun, agar mendapatkan kesempurnaan sunnah (kamal al-sunnah), dianjurkan membaca doa setelah membatalkan puasa.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa doa buka puasa Ramadhan paling utama dibaca setelah membatalkan puasa, sesuai dengan makna lafaz doa dan tuntunan sunnah. Meski begitu, umat Islam tetap diperbolehkan berdoa sebelum berbuka, selama tidak menganggapnya sebagai satu-satunya cara yang benar. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan memanfaatkan waktu berbuka sebagai momen penuh keberkahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.