Disperkim Sukabumi Matangkan Relokasi Korban Pergerakan Tanah | Info Giok4D

Posted on

Sukabumi

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi mulai mematangkan skenario pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak pergerakan tanah di Bantargadung.

Rencana relokasi ini akan mengusung konsep permukiman khusus dampak bencana, serupa dengan lahan yang diproyeksikan di lokasi lain yang dinamai Kampung Mubarokah.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyatakan pihaknya hadir untuk memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil assessment pasca-bencana.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang aman bagi para penyintas.

“Disperkim hadir untuk memberikan rekomendasi hasil assessment terkait hasil relokasi pasca bencana. Telah disiapkan beberapa skenario untuk penanganan hunian tetap dalam konsep permukiman khusus dampak bencana, masih dengan tagline Kampung Mubarokah,” ungkap Sendi saat memberikan keterangan.

Sendi menjelaskan, untuk tahap awal, komando lapangan masih berada di bawah kendali BPBD. Sembari menunggu pembangunan fisik dimulai, masyarakat telah diberikan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp3 juta per KK untuk biaya sewa tempat tinggal sementara selama enam bulan.

Pihak Disperkim akan mulai bergerak secara simultan untuk menyiapkan kawasan hunian tetap segera setelah koordinasi lahan tuntas dilakukan.

“Setelah camat dan DPTR memberikan calon relokasi tanah yang clean and clear, serta BPBD merekomendasikan lahan aman bencana, maka secara simultan dan gradual Disperkim akan berupaya untuk mematangkan dan menyiapkan kawasan untuk hunian tetap khusus penyintas bencana,” jelas Sendi.

Pembangunan kawasan hunian bagi penyintas Bantargadung ini nantinya akan mengacu pada model yang saat ini tengah berjalan di wilayah lain. Sendi menyebut skema ini merupakan solusi berkelanjutan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

“Sebagaimana yang telah di gagas oleh pak Bupati dan yang sedang kami jalankan di Cikadu,” ungkapnya.

Sendi menegaskan seluruh proses ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan warga di masa depan. Ia berharap pembangunan ini menjadi titik awal bagi warga untuk bangkit kembali.

“Kami berkomitmen agar para penyintas tidak hanya mendapatkan rumah yang layak, tetapi juga lingkungan baru yang lebih aman dan berkah. Harapannya, warga bisa menata hidup kembali dengan tenang tanpa bayang-bayang ancaman bencana serupa di masa depan,” pungkas Sendi.