Sukabumi –
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi bergerak masif memulihkan infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2024. Langkah ini menjadi prioritas utama guna memastikan urat nadi perekonomian masyarakat kembali normal.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus memaparkan, sepanjang 2025 pihaknya telah melakukan penanganan intensif terhadap kerusakan jalan maupun jembatan. Fokus utama adalah mengembalikan kondisi mantap pada ruas-ruas jalan yang sempat lumpuh.
“Penanganan infrastruktur jalan difokuskan pada pemulihan pasca bencana hidrometeorologi Desember 2024. Kami melakukan rehabilitasi jalan sepanjang 25,158 kilometer yang mayoritas merupakan titik-titik terdampak bencana di tahun 2025,” ujar Uus dalam keterangan resminya.
Tak hanya jalan, sebanyak 14 jembatan di Kabupaten Sukabumi yang mengalami kerusakan akibat terjangan bencana juga telah berhasil direhabilitasi.
Salah satu titik vital yang menjadi perhatian adalah Jembatan Ciparaya yang terletak di ruas jalan Ancaen-Bojonghaur.
“Jembatan Ciparaya yang terdampak bencana 2024 berhasil kita bangun kembali. Kini jembatan tersebut sudah terhubung sehingga mobilisasi masyarakat kembali lancar dan ekonomi warga sekitar mulai menggeliat lagi,” tambahnya.
Uus menjelaskan, selain rehabilitasi dampak bencana, Dinas PU juga melakukan rekonstruksi pada jalan-jalan berkategori rusak berat sepanjang 45,12 kilometer.
Strategi ini dibarengi dengan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 115,04 kilometer dan pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 21,27 meter.
“Langkah pemeliharaan rutin ini sangat penting untuk mempertahankan kondisi jalan yang sudah baik agar tidak cepat rusak kembali. Selain itu, kami juga melakukan pemeliharaan berkala jalan sepanjang 6,61 kilometer serta perbaikan pada 4 jembatan lainnya melalui skema pemeliharaan berkala,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah teknis ini, Dinas PU berkomitmen agar konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukabumi tetap terjaga meski tantangan cuaca ekstrem kerap membayangi infrastruktur daerah.







