Dilema Program Gaslah, Warga Bandung Ogah Jadi Petugas Sampah

Posted on

Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membeberkan kondisi terkini terkait program petugas pemilah dan pengolah sampah (Gaslah). Ia mengakui, program tersebut sepi peminat setelah resmi diluncurkan pada akhir Januari 2026.

Farhan menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Masalah ini, kata dia, bahkan sempat menjadi keluhan pengurus RW setempat.

“Tadi ada satu orang ketua RW di RW 06 yang mengeluhkan justru warganya teh partisipasi dan pemberdayaannya kurang. Bahkan warganya tidak ada yang mau jadi petugas Gaslah,” katanya, Jumat (27/2/2026).

“Jadi kita ingin melakukan pendekatan untuk melihat sebetulnya, jangan-jangan selama ini program pemerintah memang tidak terlalu menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi,” tambahnya.

Sebagai solusi, Farhan telah memfasilitasi warga dari kelurahan lain untuk menjadi petugas Gaslah di wilayah tersebut. Langkah ini diambil agar program yang ia canangkan bisa berjalan maksimal di tingkat kewilayahan.

Sekadar diketahui, Gaslah digagas untuk menangani masalah sampah di Kota Bandung yang setiap harinya menghasilkan 1.500 ton. Pemkot kemudian merekrut 1.596 petugas Gaslah dengan target mampu mengolah sampah rumah tangga hingga 40 ton per hari.

“Tapi pada dasarnya yang bagus di sini, satu, Gaslah-nya sudah full, Alhamdulillah. Jadi RW 06 walaupun warganya tidak mau jadi Gaslah, tapi kita transfer kombinasi,” ungkapnya.

“Pencapaian sampahnya belum memang terlalu bagus, tapi kalau tadi di Maleer sudah sangat bagus. Bahkan tempat pengolahan sampahnya di RW 12 itu kelihatannya kayak melebihi kapasitas,” imbuhnya.

Rencananya, Farhan akan menambah area pengolahan sampah di beberapa RW. Terlebih, kelurahan yang dikunjungi Farhan saat ini masuk kategori kawasan bebas sampah (KBS).

“Jadi kita akan buka fasilitas pengolahan sampah baru. Kita akan lihat nanti seberapa besar sebetulnya kapasitasnya. Saya akan tinjau lagi yang kedua kali nanti di sini,” pungkasnya.