Diduga Terlibat Penipuan Modus Proyek Fiktif, ASN Pemkot Tasik Dipolisikan | Info Giok4D

Posted on

Tasikmalaya

Seorang ASN Pemkot Tasikmalaya berinisial RS (51) dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota atas kasus dugaan penipuan dengan modus proyek fiktif.

Kerugian yang ditimbulkan dalam kasus ini cukup signifikan, yakni mencapai kisaran Rp400 juta. Saat ini, aparat Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota tengah menangani perkara tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan pendalaman terhadap kasus ini.

“Nanti kita cek lebih lanjut, sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi. Sedang kita selidiki,” kata Herman, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini dilaporkan oleh seorang warga Kota Bandung berinisial HS.

Dalam laporannya, HS mengaku pada akhir tahun 2025 lalu ditawari proyek revitalisasi sekolah oleh RS, yang diketahui bertugas sebagai ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

HS yang tertarik kemudian merespons penawaran tersebut. RS lantas meminta sejumlah uang kepada HS dengan dalih biaya pengembangan serta penggantian biaya penyusunan RAB dan gambar proyek. Pada Sabtu (22/11/2025), HS dan RS bertemu untuk menyerahkan uang yang diminta tersebut.

Namun hingga saat ini, proyek revitalisasi sekolah yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, sementara RS justru sulit dihubungi. Akibatnya, HS mengaku mengalami kerugian sebesar Rp477 juta. HS akhirnya mengadu ke polisi dengan nomor laporan LP/B/45/1/2026/SPKT/POLRES TASIKMALAYA KOTA/POLDA JAWA BARAT, tertanggal 22 Januari 2026.

Dikonfirmasi terpisah, RS (51) berdalih bahwa dirinya bukan pelaku utama, melainkan hanya berperan sebagai perantara antara HS dengan seorang warga Cianjur.

“Saya itu hanya sebagai perantara dari korban ke penerima dana asal Cianjur. Dan saya mengenalnya belum lama, tapi dengan korban sudah lama kenal,” ucap RS dikonfirmasi via telepon.

Ia menyebut, dirinya juga merupakan korban penipuan dari orang yang disebutnya berasal dari Cianjur tersebut.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Saya sudah mencari keberadaan penerima dana sampai ke Cianjur. Karena saya yang dilaporkan ke polisi saya oleh pengusaha itu. Jadi saya juga korban,” kata perempuan yang bekerja di salah satu kantor kecamatan tersebut.

Inspektorat Daerah Pemkot Tasikmalaya, Imin Muhaemin, mengaku belum menerima laporan atau pengaduan resmi terkait kasus tersebut. Meski demikian, Imin berjanji akan segera melakukan investigasi internal.

“Sampai hari ini belum menerima pengaduan informasi secara resmi, tapi ini karena sudah naik ke ranah publik, kita akan coba investigasi mengenai masalah ini,” ujar Imin.

Dia mengaku belum mengetahui duduk perkara masalah ini secara detail, sehingga belum dapat memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran disiplin pegawai yang dilakukan oleh RS.

“Tentu kita akan mencoba mengklarifikasi kepada yang bersangkutan, sehingga kita mendapatkan informasi yang utuh. Apakah ada unsur pelanggaran atau hanya miskomunikasi,” kata Imin.

Halaman 2 dari 2