Suara bola saling berbenturan kini menjadi ‘backsound’ baru di sejumlah kafe di Kabupaten Majalengka. ‘Demam’ biliar sedang melanda kota ini.
Kafe-kafe pun berlomba menyediakan arena bermain biliar, seolah paham betul bahwa kopi saja tak lagi cukup untuk menarik pengunjung. Dilihat dari penelusuran Google Maps, di sekitar area Majalengka Kota tercatat sedikitnya ada sembilan tempat biliar yang aktif beroperasi.
Menurut salah seorang warga yang hobi bermain biliar, Alif, meningkatnya jumlah tempat biliar di Majalengka dipengaruhi kebutuhan hiburan warga, khususnya anak muda. Selain itu, faktor tren dan ikut-ikutan juga turut mendorong popularitas biliar.
“Mungkin FOMO juga ya, terus ditambah anak-anak Majalengka butuh hiburan kayak gini, jadi sekarang banyak tempat-tempat biliar. Enak juga ada (banyak) tempat-tempat biliar di Majalengka,” kata warga Kecamatan Rajagaluh, Majalengka itu, saat diwawancarai infoJabar belum lama ini.
Alif mengatakan, biliar bukan hal baru baginya. Ia sudah cukup sering bermain, bahkan pertama kali belajar saat berada di Bandung.
“Udah sering (main biliar). (Pertama belajar di mana?) di Bandung,” ujarnya.
“Kalau saya mah hobi aja sih,” tambahnya.
Meski tempat biliar mendadak menjamur, Alif menilai kualitas tempat biliar di Majalengka cukup memadai, baik dari sisi kenyamanan maupun akses lokasi.
“Tempatnya enak juga, terus deket juga nggak terlalu jauh. Ya, nyaman, lapangannya juga enak. Dibanding dengan tempat yang udah banyak tempat biliar ini udah di sini bagus juga sih,” ucapnya.
Hal senada diungkapkan Arini, warga Majalengka lainnya. Ia mengaku cukup sering bermain biliar untuk sekadar hiburan.
“Aku udah sering juga main. Buat hiburan aja,” tutur Arini.
Arini menilai, suasana tempat biliar di Majalengka kini semakin nyaman dan tak kalah dengan kota besar. Meski tergolong baru ramai, menurutnya perkembangan biliar di Majalengka cukup pesat.
“Udah bagus, vibes-nya juga udah kayak di Bandung. Walaupun emang Majalengka baru akhir-akhir ini ramai tempat biliar,” ujarnya.
Fenomena ini juga dirasakan langsung oleh pengusaha kafe di Majalengka. Owner Flaurel Pool N’ Cafe Ria Restiana mengatakan, konsep memadukan biliar dan kafe sengaja dihadirkan untuk membuat pengunjung betah.
“Di sini kita menawarkan tempat biliar dan juga kafe. Kenapa ada kafe? Biar orang semakin betah. Jadi bisa sambil main, sambil ngopi, sambil makan,” ujar Ria.
Menurut Ria, demam biliar berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan. Flaurel Pool N’ Cafe menargetkan segmen dewasa, mulai dari pemain senior hingga atlet biliar.
“Pengunjung kebanyakan dari Majalengka. Pengunjung dari Cirebon, Indramayu dan Kuningan juga suka ada. Mudah-mudahan kedepannya pasarnya makin luas juga ya,” katanya.
“Kebanyakan pengunjung dewasa. Ada juga atlet-atlet, senior-senior yang memang punya bakat dan senang main biliar,” sambungnya.
Adapun momen paling ramai pengunjung adalah hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Pada hari kerja, pengunjung cenderung ramai pada sore hari.
“Biasanya Jumat, Sabtu, Minggu full. Weekday juga ramai, tapi sore sekitar jam 4 ke atas. Kalau pagi sampai siang memang sepi karena orang masih kerja,” jelas Ria.
Untuk menarik minat, pengelola menawarkan paket bermain dengan tarif berbeda antara weekday dan weekend. Sejumlah aturan juga diterapkan, mulai dari larangan membawa makanan dan minuman dari luar, larangan minuman keras, judi, hingga siswa berseragam sekolah.
“Paket Pelajar/Mahasiswa Senin sampai Kamis Rp40 ribu per 2 jam ditambah bonus teh manis. Weekday siang Rp70 ribu per 3 jam, weekday malam Rp100 ribu per 3 jam. Weekend siang Rp85 ribu per 3 jam dan weekend malam Rp110 ribu per 3 jam,” ujarnya.
“Kalau ada kerusakan, misalnya stik patah atau karpet meja rusak, itu jadi tanggung jawab pemain,” tambahnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Flaurel Pool N’ Cafe sendiri berlokasi tak jauh dari bunderan Cigasong atau tepatnya di Jalan Raya Cigasong-Maja. Tempat ini juga beroperasi dari pukul 10.00 WIB hingga 02.00 WIB untuk biliar, sementara kafe tutup lebih awal pada pukul 23.00 WIB.







