Indramayu –
Kuliner mi yamin masih menjadi primadona bagi pecinta makanan mi di Indramayu. Salah satu yang paling banyak diburu adalah Mi Yamin Warkad yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Karanganyar, Indramayu.
Warung ini buka setiap Senin hingga Sabtu pukul 10.00-20.00 WIB, sementara hari Minggu tutup. Dengan harga yang ramah di kantong, satu porsi mi yamin dibanderol Rp25.000.
Popularitas Mi Yamin Warkad tak lepas dari cita rasa yang konsisten sejak dulu. Anton (29), salah satu pelanggan setia, mengungkapkan bahwa mi yamin bakso di tempat ini masih menjadi favoritnya hingga sekarang.
Menurutnya, selain tempat yang kini lebih luas dan nyaman dibanding sebelumnya, racikan mi yamin di sini punya ciri khas tersendiri.
Mi biasanya disajikan terpisah dengan baksonya, lalu diberi sambal, saus, dan sedikit kuah bakso sebelum diaduk. “Jangan lupa cobain kuah baksonya, enak banget, sedap,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (10/2/2026).
Ia juga merekomendasikan pangsit isi ayam yang bumbu harum, manis, dan gurih, terkhusus untuk para detikers yang berniat mengunjungi tempat ini.
Pengunjung lainnya, Lina (34), memilih menu komplit yang berisi mi, ceker, bakso, dan tahu. Ia menyukai tekstur mi yang kecil-kecil namun tidak terlalu lembek, dengan porsi yang cukup mengenyangkan.
“Aku pesen yang manis. Mi-nya kecil-kecil dan nggak medok. Tinggal dikasih sambal dan sedikit kuah bakso, terus diaduk. Rasanya pas banget,” katanya. Lina juga menilai harga Rp25.000 sangat sepadan dengan kualitas dan isian yang didapat.
Hal senada disampaikan Zayid (26), yang menikmati mi yamin dengan taburan ayam, bakso terpisah, tahu, siomay, serta ceker ayam.
Menurutnya, perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas terasa semakin nikmat setelah mi diaduk dengan saus, kecap, dan sambal.
Suhu di Indramayu yang cukup panas membuat Zayid sangat gemar mengonsumsi makanan pedas di siang hari.
“Rasane sedap, campur manis, gurih, terus pedas. Bagi yang suka pedas, jangan lupa dikasih sambal. Sing kira-kira mangane kuh cengap-cengap sampai keringetan,” tuturnya.
Sementara itu, pemilik warung, Eko Santoso, bercerita tentang cita rasa mi yamin buatannya yang digandrungi oleh para pelanggan. “Mungkin karena kami menggunakan rempah-rempah yang asli dari pasar. Bukan kemasan,” kata dia, saat ditemui pada Selasa (10/2/2026).
Selain itu, tekstur mi yang lembut sebab menggunakan bahan yang berkualitas, ia bahkan tidak ragu membeli bahan yang relatif mahal, serta membanderol satu porsi mi yamin senilai Rp25.000. “Karena saya percaya, ada kualitas ada harga. Banyak olahan mi yang lebih murah dari ini, tapi alhamdulilah pelanggan tetap pada datang ke sini,” ungkap Eko.
Katanya, pembuatan mi harus presisi dan harus habis dalam satu hari penjualan. Jika tidak habis, Eko mengatakan bahwa rasanya sudah berbeda.
“Mi buatan hari ini harus terjual di hari ini juga, karena itu sudah pasti ngaruh di rasa kalau kita pake mi sisa kemarin,” katanya.
Dengan rasa yang konsisten, pilihan topping yang beragam, serta harga yang terjangkau, tak heran jika Mi Yamin Warkad terus menjadi salah satu kuliner mi yamin paling populer, dan digemari di daerah Pantura ini.







