Danau Denuh, Wisata Eksotis di Balik Bukit Culamega Tasikmalaya

Posted on

Tasikmalaya

Keindahan alam Kabupaten Tasikmalaya tak perlu diragukan. Wilayah Priangan Timur ini menyimpan pesona alam yang memikat, mulai dari Gunung Galunggung, Pantai Karang Tawulan, kebun teh Taraju, Kampung Adat Naga, Gua Pamijahan, hingga Curug Ciparay.

“Pokoknya alam Tasikmalaya itu selalu memberi rasa nyaman bagi siapa pun yang datang. Suasana pedesaannya, keindahan wisatanya, sampai keramahan warganya bikin kangen,” ujar kreator konten Rizky, yang kerap mengunjungi berbagai destinasi wisata di Tasikmalaya.

Selain destinasi yang sudah dikenal luas, Tasikmalaya juga menyimpan sejumlah lokasi wisata alam yang masih tersembunyi. Salah satunya adalah Danau Denuh, yang berada di kawasan Perbukitan Culamega, tepatnya di perbatasan Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, dan Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir.

Letaknya yang berada di atas perbukitan membuat Danau Denuh belum tersentuh aktivitas wisata massal. Keasrian alamnya masih terjaga, dengan pepohonan rindang, udara sejuk, serta suasana tenang yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

“Danau Denuh sudah mulai dikenal masyarakat wilayah selatan. Keindahan alamnya tidak diragukan lagi, suasananya tenang dan jauh dari kebisingan kota,” kata Doni, salah seorang pengunjung.

Selain panorama alam, Danau Denuh juga menjadi lokasi favorit bagi para pemancing. Beragam jenis ikan air tawar seperti ikan mas, nila, tawes, gabus, hingga nilem hidup di danau tersebut, bahkan berpotensi menghasilkan tangkapan berukuran besar.

“Memancing juga bisa, ikannya lumayan besar,” ujar Doni.

Danau Denuh, eksotisme alam di balik Bukit CulamegaDanau Denuh, eksotisme alam di balik Bukit Culamega Foto: Deden Rahadian/

Area di sekitar danau dinilai cocok untuk dijadikan area perkemahan, kegiatan edukasi alam, hingga wahana air sederhana seperti rakit. Lanskap perbukitan yang mengelilingi danau menghadirkan pemandangan indah, terutama pada pagi dan sore hari.

“Pemandangannya luar biasa. Menjelang petang suasananya semakin tenang, suara alam benar-benar terasa, ditambah pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan,” ujar pengunjung lainnya, Gugi.

Camat Culamega, Uu Saeful Uyun, menyebut Danau Denuh memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan ke depannya. Kendala utama saat ini adalah akses menuju lokasi yang masih cukup menantang.

“Pengunjung harus melewati jalur hutan, menyeberangi sungai kecil, dan jalan setapak yang terjal. Namun justru ini menjadi daya tarik bagi pencinta petualangan, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan komunitas off-road,” kata Uu kepada, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, dari pusat Kabupaten Tasikmalaya, perjalanan menuju Danau Denuh memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan sepeda motor. Pemerintah kecamatan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas agar lokasi ini lebih mudah dijangkau.

“Kami juga sudah menggelar berbagai kegiatan lintas sektoral, seperti bakti sosial, penanaman pohon, hingga penebaran benih ikan. Ini sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Barat dalam pelestarian lingkungan dan program Tasik Hejo,” ujarnya.

Menurut Uu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya promosi agar Danau Denuh tidak lagi menjadi destinasi tersembunyi. Selama ini danau tersebut lebih dikenal oleh masyarakat Tasikmalaya Selatan, namun belum banyak diketahui wisatawan dari luar daerah.

“Untuk saat ini kendaraan roda dua sudah bisa masuk. Akses memang masih perlu peningkatan, tapi sudah cukup layak,” katanya.

Dengan pengembangan bertahap, pemerintah kecamatan berharap Danau Denuh dapat menjadi destinasi wisata alternatif untuk liburan akhir pekan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Kami ingin tempat ini dikenal luas, tetapi tetap terjaga kelestariannya,” pungkas Uu.