Garut –
Kabupaten Garut telah eksis sejak tahun 1813. Selama 213 tahun berdiri, kabupaten dengan julukan Swiss van Java ini telah dipimpin oleh lebih dari 27 bupati dan 6 orang wakil bupati.
Menurut catatan sejarah, Kabupaten Garut didirikan pada 16 Februari 1813 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pembentukan Kabupaten Garut tidak lepas dari dibentuknya kembali Kabupaten Limbangan oleh Belanda, yang sempat dibubarkan pada tahun 1811.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Dikutip dari laman resmi milik Pemkab Garut, garutkab.go.id, Kabupaten Garut sendiri disahkan menjadi daerah pemerintahan yang berdiri sendiri atau otonom pada 14 Agustus 1925 berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal. Saat itu, Garut dipimpin RAA Soeria Kartalegawa (1915-1929).
“Wewenang yang bersifat otonom berhak dijalankan Kabupaten Garut dalam beberapa hal, yakni berhubungan dengan masalah pemeliharaan jalan-jalan, jembatan-jembatan, kebersihan dan poliklinik,” katanya.
Garut tercatat memiliki luas wilayah lebih dari 3 ribu kilometer persegi. Dijuluki Swiss van Java, karena Garut memiliki landskap alam yang indah, yang oleh wisatawan zaman dulu, disebut mirip dengan Swiss, salah satu negara di Benua Eropa.
RAA Adiwijaya, adalah Bupati Kabupaten Garut yang pertama. Beliau menjabat selama 18 tahun, mulai dari 1813 hingga 1831, sebelum digantikan RAA Kusumadinata yang menjabat Bupati Garut hingga tahun 1833.
Sejak tahun 1813 itu, Kabupaten Garut pernah dipimpin oleh lebih dari 27 bupati. Dikatakan demikian, sebab selain 27 bupati definitif, Kabupaten Garut juga pernah dipimpin Pelaksana Tugas (Plt), Penjabat Sementara (Pjs) dan Penjabat (Pj) Bupati, masing-masing adalah Memo Hermawan (2007-2009), Koesmayadie Tatang Padmadinata pada tahun 2019, serta Barnas Adjidin pada tahun 2024 hingga 2025.
Fakta lainnya adalah, RAA Wiratanudatar VII menjadi Bupati Garut dengan masa jabatan paling lama. Bupati Garut keempat ini, menjabat selama 44 tahun, dari tahun 1871 hingga tahun 1915. Beliau sohor dengan sebutan Dalem Bintang, karena sempat dianugerahi gelar Officer in de Ore van Oranje Nassau oleh pemerintah kolonial atas jasanya di bidang pembangunan.
Sementara jabatan Wakil Bupati pertama di Kabupaten Garut, diduduki oleh Mamad Suryana, yang menjadi wakil dari Bupati Dede Satibi yang menjabat pada tahun 1999-2004. Sedangkan Luthfianisa Putri Karlina adalah sosok perempuan pertama dalam sejarah yang menduduki posisi Wakil Bupati Garut.
Berikut ini merupakan daftar lengkap Bupati dan Wakil Bupati Garut dari masa ke masa:
BUPATI GARUT
1. RAA Adiwijaya (1813-1831)
2. RAA Kusumadinata (1831-1833)
3. Tumenggung Jaya Diningrat (1833-1871)
4. RAA Wiratanudatar 1871-1915
5. RAA Soeria Kartalegawa (1915-1929)
6. RAA Muh. Musa Suria Kartalegawa (1929-1944)
7. R. Tumenggung Endung Suriaputra (1944-1945)
8. R. Kalih Wiramihardja (1945-1948)
9. R. Tumenggung Agus Padmanagara (1948-1949)
10. R. Tumenggung Kartahudaya (1949-1950)
11. R. Moh. Sabri Kartasomantri (1950-1956)
12. R. Moh. Noh Kartanegara (1956-1959)
13. R. Gahara Widjaja Suria (1959-1966)
14. Letkol Akil Ahyar Mansyur (1966-1967)
15. R. M. Bob Yacob Ishak (1967-1972)
16. Drs. R. Moh Syamsudin (1972-1973)
17. Hasan Wirahadikusumah (1973-1978)
18. Letkol Iman Sulaeman (1978-1983)
19. Letkol Kavaleri Taufik Hidayat (1983-1988)
20. Momon Gandasasmita (1988-1993)
21. Toharudin Gani (1993-1998)
22. Dede Satibi (1999-2004)
23. Agus Supriadi (2004-2007)
– Memo Hermawan (2007-2009) *Pelaksana Tugas
24. Aceng HM Fikri (2009-2013)
25. Agus Hamdani (2013-2014)
26. Rudy Gunawan (2014-2024)
– Koesmayadie Tatang Padmadinata (2019) *Penjabat Sementara
– Barnas Adjidin (2024-2025) *Penjabat
27. Abdusy Syakur Amin (2025-…)
WAKIL BUPATI GARUT
1. Mamad Suryana (1999-2004/Bupati Dede Satibi)
2. Memo Hermawan (2004-2009/Bupati Agus Supriadi)
3. Raden Dicky Chandra (2009-2011/Bupati Aceng Fikri)
4. Agus Hamdani (2012-2013/Bupati Aceng Fikri)
5. Helmi Budiman (2014-2024/Bupati Rudy Gunawan)
6. Luthfianisa Putri Karlina (2025-…/Bupati Abdusy Syakur Amin)







