Jakarta –
Pelatih Benfica Jose Mourinho blak-blakan mengenai tekanan emosional hebat yang menderanya usai laga kontra Real Madrid di ajang Liga Champions, Selasa (17/2/2026) lalu. Pertandingan tersebut menyisakan polemik panas, terutama setelah komentar Mourinho memicu gelombang kritik dari berbagai penjuru.
Dalam laga yang berlangsung di Lisbon dan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Madrid tersebut, tensi memuncak sesaat setelah Vinicius Junior membobol gawang tuan rumah. Penyerang asal Brasil itu langsung melapor kepada wasit karena mengaku menjadi sasaran dugaan hinaan rasis dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Sebelum insiden itu pecah, Vinicius memang sudah menjadi sasaran cibiran suporter Benfica. Selebrasi golnya dianggap berlebihan oleh sebagian pendukung tuan rumah. Mourinho kemudian memperkeruh suasana dengan menilai bahwa cara Vinicius merayakan gol tidak menghormati lawan.
Mourinho bahkan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut ada yang salah dengan kepribadian Vinicius, mengingat sang pemain selalu mendapat cibiran di setiap stadion yang ia datangi. Pernyataan ini memicu reaksi keras. Mourinho dituding munafik dan dianggap gagal berempati terhadap korban rasisme.
Menjelang laga Liga Portugal melawan AVS, Mourinho memilih untuk tidak menggelar konferensi pers tatap muka seperti biasanya. Ia hanya menyampaikan pernyataan resmi melalui kanal komunikasi internal klub.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Laga itu sangat menuntut dalam setiap aspek. Hingga menit ke-50 (momen gol Vinicius), itu adalah laga yang hebat, dengan intensitas maksimal, baik dari segi fisik maupun taktik, dan dalam hal konsentrasi yang harus kami miliki untuk bermain di level itu,” ujar Mourinho pada Jumat (20/2/2026), dikutip Sky Sports.
“Namun, saya juga tak bisa mengabaikan bahwa, dari menit ke-51 hingga sekarang, dan tak akan berakhir di sini, secara emosional tak mudah menghadapi semua yang telah terjadi dan terus terjadi.”
“Tetapi ada laga besok (Sabtu), Laga penting, laga yang, untuk ambisi dan impian kami, sangat penting untuk dimenangkan. Kami harus tetap fokus dan berusaha tampil di level tertinggi,” jelas Mourinho.
Setelah meladeni AVS, Benfica dijadwalkan terbang ke Madrid untuk melakoni leg kedua pada Kamis mendatang. Namun, Mourinho dipastikan tidak bisa mendampingi anak asuhnya dari pinggir lapangan. Ia harus menjalani sanksi kartu merah yang diterimanya pada leg pertama akibat melakukan protes keras terhadap keputusan wasit.
Artikel ini merupakan produk penulisan ulang. Baca selengkapnya di.







