Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dalam dua hari terakhir memicu rentetan bencana alam. Mulai dari angin kencang yang merusak belasan rumah hingga tanah longsor yang menyebabkan jalan desa dan kabupaten ambles.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan bencana terjadi di sejumlah kecamatan akibat hujan intensitas tinggi disertai angin kencang.
“Dalam dua hari terakhir, BPBD mencatat beberapa kejadian bencana hidrometeorologi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah warga dan infrastruktur terdampak,” ujar Ani, Rabu (21/1/2026).
Ani menjelaskan angin kencang menerjang Desa Kertajaya, Kecamatan Lakbok, hingga menyebabkan atap rumah warga beterbangan. Tercatat 13 rumah yang dihuni 45 jiwa mengalami kerusakan ringan. Saat ini, warga mulai memperbaiki rumah secara mandiri.
Cuaca ekstrem juga melanda Desa Bunter, Kecamatan Sukadana. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon petai tumbang menimpa rumah Rohman (64). Rumah tersebut mengalami rusak ringan. BPBD Ciamis telah menyalurkan bantuan sembako dan melakukan kaji cepat di lokasi.
Di Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, angin kencang juga merusak atap rumah warga. Sebanyak dua kepala keluarga dengan tujuh jiwa terdampak kerusakan ringan. Saat ini, rumah yang terdampak sudah diperbaiki dan bantuan logistik telah disalurkan.
Selain angin kencang, hujan deras memicu longsor tebing setinggi 10 meter dan lebar 5 meter di Desa Karangpari, Kecamatan Rancah. Material longsor menutup akses jalan desa penghubung Karangpari-Margaharja. Satu rumah warga dilaporkan terancam, namun penanganan awal telah dilakukan.
Hujan deras juga memicu pergerakan tanah di Desa/Kecamatan Tambaksari pada Selasa (20/1/2026) pagi. Akibatnya, jalan kabupaten penghubung Tambaksari-Bangunharja ambles sedalam 1 meter. Longsoran sepanjang 14 meter dan lebar 2 meter itu mengalami kerusakan berat dengan tingkat kerusakan mencapai 75 persen.
“Untuk longsor di Tambaksari, saat ini baru dilakukan pengamanan lokasi dengan rambu dan garis polisi. Kebutuhan mendesak adalah perbaikan jalan agar akses warga tidak terputus,” jelas Ani.
BPBD Ciamis terus berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, serta instansi terkait guna melakukan kaji cepat dan langkah penanganan lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor dan angin kencang, karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” pungkasnya.
Cuaca ekstrem juga melanda Desa Bunter, Kecamatan Sukadana. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon petai tumbang menimpa rumah Rohman (64). Rumah tersebut mengalami rusak ringan. BPBD Ciamis telah menyalurkan bantuan sembako dan melakukan kaji cepat di lokasi.
Di Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, angin kencang juga merusak atap rumah warga. Sebanyak dua kepala keluarga dengan tujuh jiwa terdampak kerusakan ringan. Saat ini, rumah yang terdampak sudah diperbaiki dan bantuan logistik telah disalurkan.
Selain angin kencang, hujan deras memicu longsor tebing setinggi 10 meter dan lebar 5 meter di Desa Karangpari, Kecamatan Rancah. Material longsor menutup akses jalan desa penghubung Karangpari-Margaharja. Satu rumah warga dilaporkan terancam, namun penanganan awal telah dilakukan.
Hujan deras juga memicu pergerakan tanah di Desa/Kecamatan Tambaksari pada Selasa (20/1/2026) pagi. Akibatnya, jalan kabupaten penghubung Tambaksari-Bangunharja ambles sedalam 1 meter. Longsoran sepanjang 14 meter dan lebar 2 meter itu mengalami kerusakan berat dengan tingkat kerusakan mencapai 75 persen.
“Untuk longsor di Tambaksari, saat ini baru dilakukan pengamanan lokasi dengan rambu dan garis polisi. Kebutuhan mendesak adalah perbaikan jalan agar akses warga tidak terputus,” jelas Ani.
BPBD Ciamis terus berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, serta instansi terkait guna melakukan kaji cepat dan langkah penanganan lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor dan angin kencang, karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi,” pungkasnya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.







