Wonogiri –
Umur Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah diperkirakan hanya tersisa lima tahun lagi. Penyebabnya ada sedimentasi parah dan batas usia efektif waduk yang hanya berusia 50 tahun.
Dikutip dari , Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam kunjungan ke Waduk Gajah Mungkur tahun 2025 silam menyebut bahwa usia waduk tersebut hanya bertahan beberapa tahun lagi.
Pernyataan ini bukan tanpa sebab, waduk yang sudah beroperasi sejak tahun 1981 tersebut hanya memiliki usia efektif hingga 50 tahun. Hal ini berarti usia produktif dari Waduk Gajah Mungkur hanya tersisa sekitar lima tahun lagi hingga tahun 2031 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Dody menyampaikan bahwa terjadi sedimentasi parah pada dinding waduk yang menyebabkan material padat di sekitar waduk mulai terkikis.
“Ke Wonogiri untuk melihat kondisi Waduk Gajah Mungkur yang informasinya sedimentasinya sangat parah,” ujar Dody, dikutip dari arsip, Minggu (8/2/2026).
Dody menjelaskan Waduk Gajah Mungkur dibuat dengan bobot menahan lebih dari 500 juta meter kubik air, namun pada tahun 2025 hanya tersisa 340 juta meter kubik.
Analisis Citra Satelit
Dalam citra satelit, terlihat waduk yang membendung sungai Bengawan Solo itu terlihat mengalami perubahan, khususnya di wilayah yang berbatasan dengan Kepek dan Wurjantoro.
Citra satelit menunjukkan adanya perubahan signifikan pada Waduk Gajah Mungkur dalam kurun waktu 36 tahun. Perbandingan citra tahun 1984 dan 2020 memperlihatkan penyusutan area genangan waduk, terutama di sejumlah teluk dan bagian tepi.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Pada citra 1984, waduk tampak lebih luas dengan lekukan perairan yang memanjang ke daratan. Sementara pada 2020, beberapa bagian tersebut terlihat menjadi dangkal dan menyempit, mengindikasikan terjadinya pendangkalan akibat sedimentasi.
Perubahan warna air yang semakin gelap juga mengisyaratkan meningkatnya endapan lumpur yang terbawa dari daerah aliran sungai. Kondisi ini diduga berkaitan dengan erosi lahan dan perubahan tata guna lahan di sekitar waduk dan wilayah hulu.
Penyempitan dan pendangkalan tersebut berpotensi mengurangi kapasitas tampung Waduk Gajah Mungkur, yang selama ini berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber irigasi, pembangkit listrik, dan perikanan.
Upaya Pemerintah Memperanjang Usia Waduk Gajah Mungkur
Pihak Kementerian PU menyatakan akan melakukan upaya dalam rangka memperpanjang keberlangsungan usia waduk yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah itu.
Dody menjelaskan upaya yang tengah dikerahkan untuk mengatasi masalah sedimentasi dengan membuat closure dike atau tanggul penutup.
Dengan sistem ini, Dody berharap umur bendungan terbesar di Wonogiri ini bisa lebih panjang. Ia juga menjelaskan bahwa jika sedimen cluster semakin tinggi, maka diperlukan juga closure dike baru sehingga volume tampung air di sana tidak berkurang.
“Mengalirkan air Sungai Keduang masuk ke closure dike adalah langkah utama. Air dari sungai yang penuh sedimentasi masuk ke closure dike dan air yang bersih akan masuk ke bendungan,” jelas Dody.
Kondisi Waduk Gajah Mungkur Tahun 2026
Merujuk pada beberapa sumber informasi, kondisi Waduk Gajah Mungkur masih sama seperti biasanya. Kawasan yang tidak hanya sebagai penopang debit banjir ini juga menjadi destinasi wisata masyarakat lokal.
Kawasan Waduk Gajah Mungkur menyajikan lanskap pemandangan yang indah dengan bendungan yang membentang luas dan pemandangan pepohonan yang asri.
Masyarakat sekitar masih ramai mengunjungi waduk tersebut untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau hanya bersantai-santai di sore hari.







